Pemkab Bangka Tengah Beri Pelatihan Public Speaking Pada Masyarakat 

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, secara resmi membuka Pelatihan Public Speaking Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Diklat BKDSDM Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (04/11/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan keterampilan berbicara di depan umum.

Dalam sambutannya, Algafry Rahman mengatakan bahwa kemampuan public speaking menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan, baik dalam dunia kerja, usaha, organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan, ide, informasi, dan pesan secara jelas, terstruktur, serta mampu meyakinkan orang lain,” ujarnya.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif, disiplin, serta berani mencoba dan mempraktikkan materi yang diberikan instruktur. Menurutnya, kemampuan public speaking bukan hanya bakat yang dimiliki orang tertentu, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Jangan takut melakukan kesalahan, jangan malu untuk mencoba, dan jangan ragu untuk tampil di depan orang lain. Karena keberanian untuk memulai adalah langkah pertama menuju kemampuan yang lebih baik,” pesan Algafry kepada para peserta.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan investasi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan berdaya saing. Menutup sambutannya, Algafry Rahman menyampaikan apresiasi kepada  seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah, Risaldi Adhari, menyampaikan bahwa pelatihan public speaking kali ini diikuti sebanyak 16 peserta yang telah terdaftar secara resmi.

“Seluruh peserta tersebut nantinya akan mendapatkan sertifikat setelah mengikuti pelatihan yang direncanakan berlangsung selama delapan hari,” Jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka kesempatan bagi pegawai dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang ingin mengikuti pelatihan, meskipun tidak mendapatkan sertifikat. Menurut Risaldi, kesempatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan kemampuan public speaking bagi para pegawai, sehingga keterampilan komunikasi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top