Tak hanya menghadirkan layanan khitanan bagi keluarga yang membutuhkan, kegiatan sosial tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta gelar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) TP PKK Kabupaten Bangka Tengah.

Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry, Wakil Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Bangka Tengah, Devi Efrianda, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain kegiatan bakti sosial, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembacaan Deklarasi Komitmen Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, penyerahan bantuan tong sampah dari TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada TP PKK Kecamatan Namang, penyerahan penghargaan kepada Ketua TP PKK Bangka Tengah atas sinergi pelaksanaan khitanan massal, pemberian souvenir produk UP2K, serta penyerahan santunan berupa perlengkapan sekolah.

Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, mengatakan kegiatan sunatan massal yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian PKK terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan.

“Harapannya anak-anak bahagia, menerima dengan syukur, dan mereka tumbuh dengan sehat sesuai dengan perkembangannya. Sunatan massal ini merupakan kali kedua PKK adakan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Noni menyampaikan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun kedua ini terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, antusias di tahun kedua ini terus bertambah. Target kita sendiri sebanyak 500 anak se-Bangka Belitung. Kegiatannya tidak hanya di satu kecamatan, tetapi dibagi di tingkat provinsi, Kota Pangkalpinang, seluruh kabupaten hingga nantinya ke Belitung Timur,” jelasnya.

Noni menegaskan bahwa program sosial yang dijalankan PKK tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan bantuan sosial yang tersebar merata di seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan TP PKK Kabupaten Bangka Tengah dalam menyukseskan peringatan HKG PKK ke-54.

“Alhamdulillah, kegiatan kolaborasi antara PKK Provinsi Bangka Belitung dalam rangka HKG PKK ke-54 ini menghadirkan bakti sosial berupa sunatan massal dan juga ikrar untuk menjaga lingkungan supaya bersih. Tadi ada sumbangan berupa tong sampah. Ini saya rasa sangat luar biasa dan kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Penggerak PKK Provinsi maupun Kabupaten Bangka Tengah,” ungkap Algafry.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini yang kita sebut kolaborasi yang hebat. Ada penyambung di antara dua pihak, yaitu PKK Provinsi yang memberikan dukungan kepada kabupaten untuk menyalurkan bantuan-bantuan. Tadi di antaranya juga ada bantuan buku tulis, tas, dan baju yang insyaallah berguna bagi anak-anak kita semuanya,” tuturnya.

Senada dengan bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry, turut menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kita tentu mengucapkan terima kasih kepada Tim PKK Provinsi yang sudah menginisiasi kegiatan sunat massal ini. Kita berdoa semoga kegiatan ini membawa manfaat, terutama bagi anak-anak dan masyarakat kita,” ujarnya.

Eva mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang melebihi kuota awal.

“Bagaimana kita lihat antusiasnya yang luar biasa. Yang tadinya kuotanya 50 peserta, bertambah menjadi 70 peserta. Mudah-mudahan ini menjadi manfaat dan membawa kebahagiaan bagi keluarga serta masyarakat yang hari ini mengikuti sunat massal bersama,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa implementasi 10 Program Pokok PKK harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“PKK tidak hanya menjalankan program sebagai formalitas, tetapi terus berupaya memastikan seluruh program dari Pokja I hingga Pokja IV memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Eva.

Salah seorang orang tua peserta sunatan massal, Susanti (38), warga Desa Namang, mengaku sangat bersyukur anaknya, Ikron (7), dapat mengikuti program khitan gratis tersebut.

“Bersyukur, alhamdulillah. Ada acara seperti ini kan terbantu, dan anak saya juga semangat. Dia memang pengen sunat ini, apalagi bersama-sama. Kalau ramai seperti ini dia lebih semangat lagi karena ada kawan-kawannya,” ujar Susanti.

Ia menuturkan momentum libur sekolah menjadi waktu yang tepat bagi anaknya untuk menjalani sunat karena memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah selama masa pemulihan.

Selain mendapatkan layanan khitan gratis, peserta juga menerima bantuan perlengkapan sekolah.

“Semoga diteruskan kembali ke depannya. Kalau masih ada program begini kan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi yang di bawah. Tadi juga dapat tas, alhamdulillah,” tambah Susanti.