BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Semangat generasi muda untuk memahami, mengembangkan, dan turut mengawal ekosistem halal semakin menggeliat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan pelajar yang mengikuti penyisihan Gen Halal Championship 2026 di dua sekolah, yakni SMKN 1 Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, dan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Belitung, Sabtu (29/8/2026).
Gen Halal Championship 2026 yang digelar oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Bangka Belitung tersebut menjadi ajang edukasi sekaligus kompetisi bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai halal.
Total sebanyak 337 peserta jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai wilayah di Bangka Belitung mengikuti kompetisi dengan penuh antusias.
Pelaksanaan penyisihan di Bangka Belitung digelar secara hybrid, dengan SMKN 1 Pangkalan Baru menjadi lokasi pertama pelaksanaan secara offline. Sementara itu, MAN IC Bangka Belitung menjadi lokasi kedua pelaksanaan penyisihan secara offline.
Antusiasme yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran bahwa generasi muda Babel tidak lagi sekadar menjadi konsumen produk halal, tetapi mulai dipersiapkan untuk memahami, mengedukasi, dan mengambil peran dalam membangun ekosistem halal Indonesia.
*Dari Sekolah, Tumbuhkan Generasi Sadar Halal
Kehadiran Gen Halal Championship 2026 di lingkungan pendidikan menjadi momentum strategis untuk menanamkan kesadaran halal sejak dini. Melalui kompetisi, para pelajar tidak hanya diajak memahami konsep halal, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis mengenai kehalalan, keamanan, kualitas, dan kebersihan produk yang mereka konsumsi sehari-hari.
Di SMKN 1 Pangkalan Baru, kegiatan berlangsung meriah dan interaktif. Acara dipandu oleh Ibu Firda dan turut dihadiri perwakilan Tim Panitia LPPOM Pusat, Ibu Ella, yang memberikan apresiasi atas antusiasme para peserta serta dukungan sekolah sebagai lokasi perdana pelaksanaan penyisihan offline Gen Halal Championship 2026 di Bangka Belitung.
Dukungan serupa juga diberikan MAN IC Bangka Belitung sebagai lokasi kedua. Kegiatan di sekolah tersebut dipandu oleh perwakilan LPPOM Pusat, Ibu Naura, yang mengapresiasi antusiasme peserta serta dukungan pihak sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan.
Wakil Kepala SMKN 1 Pangkalan Baru, Diah Sari Lestari, menyampaikan kebanggaannya karena sekolah tersebut dipercaya menjadi lokasi perdana penyisihan.
Menurutnya, edukasi dan literasi halal penting ditanamkan di lingkungan sekolah sebagai bekal bagi para siswa dalam menentukan produk yang dikonsumsi sehari-hari.
Sementara itu, perwakilan MAN IC Bangka Belitung, Agus, menyambut baik pelaksanaan Gen Halal Championship 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan positif bagi siswa untuk menambah wawasan sekaligus mengasah kemampuan melalui kompetisi yang edukatif dan inspiratif.
Perwakilan LPPOM Bangka Belitung, Lisa Herdianti, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami sekaligus menyebarluaskan edukasi halal.
“Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat membawa pemahaman mengenai halal dari lingkungan sekolah ke keluarga maupun masyarakat,” ujar Lisa dalam sambutan, Sabtu (29/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur LPPOM Bangka Belitung, Muhammad Ihsan, menegaskan bahwa Gen Halal Championship tidak dirancang sekadar sebagai kompetisi akademis, tetapi menjadi ruang untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya gaya hidup halal.
“Gaya hidup halal adalah simbol kualitas dan kebersihan. Saat generasi muda paham pentingnya produk halal, mereka sedang menjaga masa depan bangsa,” ujar Muhammad Ihsan.
Suasana kompetisi juga semakin semarak dengan berbagai tantangan dan kuis interaktif. Peserta yang aktif menjawab pertanyaan dari panitia berkesempatan mendapatkan doorprize. Aktivitas tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih dinamis sekaligus mendorong keberanian peserta untuk berpartisipasi.
Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM membawa empat misi utama dalam merangkul generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem halal.
Pertama, meningkatkan literasi halal. Pelajar didorong memiliki daya kritis terhadap kehalalan, keamanan, kualitas, dan kebersihan produk yang dikonsumsi sehari-hari.
Kedua, menumbuhkan minat terhadap industri halal. Generasi muda diperkenalkan pada besarnya potensi industri halal, baik di tingkat nasional maupun global.
Ketiga, mendorong inovasi dan kreativitas. Pelajar diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bertema halal melalui perspektif sains, teknologi, kewirausahaan, hingga bisnis digital.
Keempat, melahirkan duta halal. Para peserta dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah, dan masyarakat mengenai pentingnya produk halal.
Pelaksanaan penyisihan di SMKN 1 Pangkalan Baru dan MAN IC Bangka Belitung menunjukkan bahwa semangat sadar halal telah mendapatkan ruang yang semakin luas di kalangan pelajar.
Dengan ratusan peserta yang terlibat, Gen Halal Championship 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar, berkreasi, berkompetisi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan industri halal Indonesia.