Pemkab Bangka Tengah Bersama BPS Bangka Tengah Mulai Sensus Ekonomi 2026 

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Tengah resmi memulai pelaksanaan door-to-door Sensus Ekonomi (SE) 2026. Peresmian ini ditandai dengan digelarnya Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 dan Penyerahan Simbolis Jaket Sensus Ekonomi di Lapangan Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (15/06/2026) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Sekretaris Daerah Ahmad Syarifullah Nizam, Kepala BPS Bangka Tengah I Ketut Mertayasa, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ASN di lingkungan Pemkab Bangka Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Bangka Tengah, I Ketut Mertayasa, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah atas dukungan penuh dalam memfasilitasi agenda besar ini. Sesuai amanat UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS berkewajiban menyelenggarakan sensus tiga kali dalam sepuluh tahun.

Meski rangkaian tahapan telah dimulai sejak 31 Mei lalu, proses pendataan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) resmi digulirkan secara serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak kurang lebih 90 petugas sensus diterjunkan secara masif ke seluruh wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

“Data yang akurat adalah suatu keniscayaan yang harus kita siapkan dan sediakan. Data dan informasi adalah pondasi dalam penyusunan program, monitoring, dan intervensi. Tanpa data, pembangunan hanya akan mengandalkan perasaan (feeling) dan itu berpeluang besar untuk gagal,” tegas I Ketut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi komitmen bersama oleh Tim Pelaksana dan Petugas SE 2026, serta penandatanganan piagam pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Sekda Bangka Tengah dan Kepala BPS, yang disaksikan langsung oleh Bupati.

Selain memotret kegiatan usaha, Sensus Ekonomi 2026 ini juga mengintegrasikan pemutakhiran (updating) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang bersifat dinamis.

Data hasil pemutakhiran ini nantinya akan menjadi acuan valid bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam menyalurkan berbagai program intervensi bantuan pemerintah, seperti bantuan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial lainnya agar tepat sasaran.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, memberikan imbauan khusus kepada para petugas lapangan maupun masyarakat luas demi kelancaran sensus ini. Kepada para petugas, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga etika selama bertugas di lapangan.

“Sebagai petugas, kearifan lokal dan tata krama harus tetap dipakai. Waktu berkunjung juga harus disesuaikan, jangan datang ke rumah warga malam-malam atau saat sudah larut, itu tidak pas,” ujar Algafry saat ditemui usai kegiatan.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk menyambut petugas dengan baik dan memberikan data yang jujur. Data tersebut nantinya juga akan menjadi acuan penting pemerintah dalam menentukan kebijakan strategis ke depan, termasuk program pembinaan bagi para pelaku UMKM di Bangka Tengah.

 

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top