BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar rapat koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) tahun 2026 di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati, Rabu (22/4/2026).
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut.
“Stunting ini bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita dan kualitas pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga 17,5 persen. Namun, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Masyarakat (e-PPGBM) per Februari 2026, justru terjadi peningkatan prevalensi stunting sebesar 3,73 persen.
“Hal ini tentu menjadi perhatian serius. Kami meminta evaluasi dan kajian mendalam terkait penyebab meningkatnya kasus stunting di Bangka Tengah,” katanya.
Menurut Efrianda, berbagai intervensi telah dilakukan Pemkab Bateng, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan hingga usia balita.
Upaya tersebut meliputi pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak, peningkatan pelayanan posyandu, penyediaan sanitasi dan air bersih, pembangunan rumah layak huni, hingga gerakan orang tua asuh cegah stunting.
Ia menekankan pentingnya komitmen bersama, penetapan lokus yang tepat sasaran, serta sinergi lintas sektor hingga tingkat desa dan keluarga.
“Penanganan stunting tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.