Ketua APDESI Bangka Tengah, Yani Basaroni.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau penggantian pejabat di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat respons positif dari daerah. Dukungan ini salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Bangka Tengah, Yani Basaroni, S.IP.
Menurut Yani Basaroni, langkah evaluasi yang diambil oleh Kepala Negara merupakan hal yang sangat wajar demi memastikan program strategis nasional bisa berjalan optimal. Ia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan selama tujuh bulan ini masih menyisakan raport merah di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah pedesaan terpencil.
“Wajar Pak Prabowo melakukan evaluasi. Karena program MBG sudah berjalan 7 bulan namun masih ada ribuan warga di pelosok pedesaan belum mendapatkan manfaat program MBG ini, khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Tengah,” ujar Yani Basaroni kepada media, Rabu (3/6/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Perlang ini membeberkan fakta di lapangan. Desa Perlang, yang notabene merupakan desa dengan wilayah terluas dan penduduk terpadat di Bangka Tengah, hingga detik ini justru belum tersentuh oleh manfaat program MBG tersebut.
Padahal, potensi penerima manfaat di desa tersebut sangat besar. Berdasarkan data lokal, di Desa Perlang terdapat 5 Sekolah Dasar (SD), 4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 5 Posyandu, dan 1 Pondok Pesantren. Selain itu, terdapat pula 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di desa tetangga yang mencakup wilayah pelayanan yang sama.
“Lebih dari 2500 pelajar belum mendapatkan manfaat MBG. Pertanyaannya, pengurus BGN di Bangka Belitung, khususnya wilayah Bangka Tengah, tahu tidak permasalahan ini?” cetus Yani mempertanyakan kinerja jajaran BGN di tingkat regional.
Ia menyayangkan adanya ketimpangan distribusi program pusat yang belum dirasakan secara merata oleh masyarakat di daerah. Yani menegaskan bahwa pihak pemerintah desa maupun APDESI sama sekali tidak pernah menolak program tersebut, melainkan sangat menantikan kehadirannya.
“Kamipun tidak pernah menolak kehadiran program MBG ini,” ulasnya tegas.
Melalui momentum perombakan di tingkat pusat ini, DPC APDESI Bangka Tengah berharap Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengevaluasi jajaran atas, melainkan turut menguliti performa pengurus BGN hingga ke tingkat daerah guna mencari tahu kendala serta alasan mandeknya program.
“Harapannya, agar pengurus BGN melaksanakan program MBG ini secara proporsional dan profesional,” pungkas Yani Basaroni.