Hasil Panen Melimpah, Masyarakat Desa Air Mesu Gelar Sedekah Kelekak di Bukit Trenggiling Bersama Bupati

 

BANGKA TENGAH, Suasana di Balai Warga Bukit Trenggiling / Bukit Ingge, Desa Mesu, Kecamatan Pangkalanbaru, tampak berbeda dan meriah pada Sabtu (20/06/2026). Ratusan warga berkumpul untuk menghadiri acara Sedekah Kelekak Durian, sebuah tradisi syukuran atas melimpahnya hasil bumi dan panen durian lokal di wilayah Bangka Tengah.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kep. Babel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Kepala Desa Air Mesu, serta masyarakat sekitar hingga luar Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengapresiasi inisiatif warga yang menggelar acara ini sebagai bentuk rasa syukur atas panen buah-buahan lokal seperti durian dan rambutan. Ia juga mengulas makna mendalam dari istilah kelekak yang merupakan warisan turun-temurun.

“Guru-guru kita dulu mengatakan bahwa kelekak berarti ‘Kelak untuk Ikak’. Tanaman tahunan seperti durian dan manggis ini ditanam oleh orang tua terdahulu yang mungkin kini telah tiada, tetapi manfaatnya masih dirasakan oleh anak cucu hingga saat ini. Alhamdulillah, hari ini warga membagikan durian secara gratis sebagai wujud kebahagiaan dan rasa syukur,” ujar Algafry.

Bupati juga menambahkan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah pengakuan atas berkah yang diberikan oleh Sang Pencipta.

“Meskipun tidak semua orang hadir, setidaknya ada pengakuan dalam hati bahwa apa pun yang dihasilkan saat ini merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi acara.

Sementara itu, Kepala Desa Air Mesu, Fajri, menjelaskan bahwa acara Sedekah Kelekak ini menyajikan sekitar 2.000 butir buah durian hasil panen hari itu dari wilayah Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge. Menariknya, seluruh durian tersebut dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang datang.

“Ini dibagikan ke masyarakat yang datang berkunjung ke Bukit Trenggiling dan Bukit Ingge. Ini hadiah, mereka makan sepuas-puasnya, asal jangan dibawa pulang,” kata Kades Air Mesu.

Desa Mesu sendiri memiliki potensi luar biasa sebagai sentra durian. Tercatat ada sekitar 325.000 batang durian alam dengan 380-an varietas lokal yang berbeda. Selain itu, pemerintah desa dan masyarakat juga telah mengembangkan sekitar 60.000 batang durian varietas unggul seperti Ochee (Duri Hitam), Musang King, dan Super Tembaga.

Ke depan, pihak Pemerintah Desa Air Mesu berkomitmen penuh untuk mengembangkan potensi ini menjadi sektor pariwisata yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan Dana Desa serta sumber keuangan lainnya, program wisata durian akan digarap secara berkesinambungan.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top