BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah resmi menerima pemanfaatan dan pengelolaan operasional Barang Milik Negara (BMN) dari paket kegiatan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2023 dan 2025. Serah terima tersebut berlangsung di Auditorium Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung, Kecamatan Pangkalanbaru, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, yang turut menandatangani dokumen serah terima. Selain Kabupaten Bangka Tengah, penyerahan juga dilakukan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka yang dihadiri Bupati Bangka, serta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang diwakili Asisten Setda.
Adapun paket kegiatan Inpres Jalan Daerah yang diserahterimakan di Bangka Tengah meliputi:
- Rehabilitasi rekonstruksi Jalan Lubuk Besar – B2 tahun 2023 sepanjang 3,43 km
- Rehabilitasi rekonstruksi Jalan Terak – Simpang Bandara tahun 2023 sepanjang 6,67 km
- Peningkatan Jalan Lubuk Pabrik – Kampung G1 tahun 2025 sepanjang 8,030 km
- Peningkatan Jalan Lubuk Pabrik – Kampung G2 tahun 2025 sepanjang 3,080 km
Total anggaran untuk kegiatan Inpres Jalan Daerah tahun 2023 dan 2025 di Kabupaten Bangka Tengah diperkirakan mencapai kurang lebih Rp115 miliar.
Dalam keterangannya, Wabup menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui BPJN. Ia menilai pembangunan infrastruktur jalan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pertama-tama, kami Pemda Bangka Tengah, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJN atas kontribusi kegiatan APBN di Kabupaten Bangka Tengah. Dari data serah terima tadi, kami memperoleh empat lokus, yakni dua di 2023 dan dua di 2025. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Efrianda.
Ia mencontohkan, ruas jalan Simpang Bandara kini menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendorong pertumbuhan UMKM. Selain itu, kawasan lain seperti Lubuk juga mengalami peningkatan nilai ekonomi.
“Pembangunan jalan selalu membawa dampak positif, termasuk meningkatnya harga tanah dan terbukanya peluang investasi, meskipun di sisi lain biaya investasi menjadi lebih tinggi,” ucapnya.
Terkait peluang bantuan APBN tahun 2026, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian. Namun, Pemkab Bangka Tengah terus berupaya aktif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI.
“Untuk tahun ini memang belum ada titik terang, tapi kami berharap dalam satu-dua bulan ke depan ada perkembangan dan pembangunan dari APBN bisa kembali masuk ke Bangka Tengah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, menjelaskan bahwa total paket yang diserahkan mencakup beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Untuk tahun 2023, ada lima ruas jalan dengan nilai kegiatan sekitar Rp200 miliar. Kemudian di tahun 2025, ada enam ruas jalan dengan nilai sekitar Rp101 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, serah terima operasional ini bertujuan agar pemanfaatan aset dapat lebih optimal, terutama dalam hal pengamanan dan pemeliharaan rutin oleh pemerintah daerah.
“Serah terima operasional ini kita harapkan pemanfaatan asetnya nanti akan lebih baik, mengingat untuk pengamanannya harus segera kita lakukan dan pemda juga harus sudah mulai melakukan pemeliharaan rutin di ruas jalan yang sudah kita bangun. Namun untuk serah terima akhirnya itu tetap menjadi tanggung jawab kami sampai nanti di 31 Desember 2026,” ungkap Susan.