Kepala Dinkes Bangka Tengah, Zaitun.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Tren kasus HIV di Bangka Tengah menunjukkan peningkatan dalam setahun terakhir. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya kenaikan jumlah kasus pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun, mengungkapkan bahwa pada 2024 tercatat 20 kasus HIV, sementara pada 2025 meningkat menjadi 25 kasus.
“Kalau pencegahan, kita terus lakukan skrining HIV/AIDS serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya dan penularannya,” ujar Zaitun, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, faktor risiko penularan HIV di Bangka Tengah cukup beragam, mulai dari hubungan seksual berisiko hingga penularan dari pasangan. Selain itu, terdapat pula satu kasus pada anak yang diduga berkaitan dengan penularan melalui prosedur medis seperti transfusi darah.
Menurutnya, jika seorang ibu terdeteksi positif HIV, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencegah penularan kepada bayi sejak dini.
Menurutnya, jika seorang ibu terdeteksi positif HIV, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencegah penularan kepada bayi sejak dini.
Zaitun menambahkan, pola penularan HIV di Bangka Tengah juga mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi oleh hubungan heteroseksual, kini terdapat variasi faktor risiko lain yang perlu diwaspadai bersama, seperti penyula sesama jenis.
“Yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dan memahami cara pencegahannya,” tutupnya.
