SMP NEGERI 2 Sungaiselan Gelar Lawatan Sejarah Peninggalan Belanda di Hutan Bayat

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Dalam rangka menguatkan pemahaman sejarah lokal dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, SMP Negeri-2 Sungaiselan menggelar lawatan Sejarah ke Bangunan peninggalan Belanda di Hutan Bayat, Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah pada Selasa (08/09/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti siswa dan guru ini turut didampingi pengurus Komite Sekolah, perwakilan Pemdes Lampur, dan beberapa orang warga.
Hutan Bayat sendiri menyimpan jejak sejarah berupa bekas bangunan, terowongan, dan struktur peninggalan masa penjajahan Belanda yang dulu digunakan sebagai pos dan jalur angkut timah. Selama lawatan, siswa mendapatkan pemaparan langsung dari narasumber sejarah lokal, kepala sekolah, dan guru mengenai fungsi bangunan, perjuangan rakyat, serta dampak penjajahan di wilayah Bangka.
“Lawatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Kami ingin anak-anak belajar sejarah tidak hanya dari buku, tapi melihat langsung bukti sejarah di daerahnya sendiri. Dari sini kita tanamkan nilai nasionalisme, gotong royong, dan pentingnya menjaga dan mengetahui warisan budaya,” ujarnya Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan Deni Andrianto, S.Pd, MM.
Sementara itu, Narasumber sejarah yang turut mendampingi kegiatan tersebut, Emi atau yang lebih akrab di panggil Mang Em mengungkapkan jika bangun di hutan tersebut telah lama berdiri.
“Bangunan ini sudah lama sekali berada di sini. Saya juga mendapatkan cerita ini dari mulut ke mulut yang di hubungkan dengan sisa bangunan yang masih ada. Banyak sekali orang-orang dari luar desa kami yg datang ke sini untuk melihat bangunan ini, namun sayangnya tidak berdampak ke bangunan ini. Misalnya di lakukan penelitian lebih lanjut atau ada upaya lain dari instansi atau lembaga tertentu untuk lebih terjaga dan lebih jelas sejarahnya. Karena menurut kami bangunan ini merupakan bagian sejarah atau bisa menjadi salah satu cagar budaya yang ada di daerah kita.” ujar Mang Em.
Di sisi lain, para siswa tampak sangat antusias. Selain mendengarkan materi, siswa juga melakukan dokumentasi, mencatat, dan berdiskusi kelompok di lokasi.
Perwakilan Pemerintah Desa Lampur, Rudi., S. yang merupakan kepala RT 08 Lampur, mengapresiasi inisiatif sekolah.
“Kami berterima kasih kepada SMP Negeri 2 Sungaiselan yang peduli dengan sejarah Desa Lampur. Situs di Hutan Bayat ini perlu terus dijaga agar menjadi sumber belajar bagi generasi muda,” katanya.
Dengan kegiatan ini, SMP Negeri 2 Sungaiselan berharap siswa dapat lebih memahami jati diri bangsa, menghargai perjuangan para pendahulu, dan turut serta menjaga kelestarian peninggalan sejarah di Bangka Tengah khususnya yang ada di desa Lampur ini.
Facebook
WhatsApp
Scroll to Top