Musda IV IJTI Bangka Belitung, Momentum Perkuat Profesionalisme Jurnalis Televisi di Era Digital

Musda IV IJTI Bangka Belitung, Momentum Perkuat Profesionalisme Jurnalis Televisi di Era Digital

PANGKALPINANG – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Bangka Belitung (Pengda Babel), bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Ballroom Bangka City Hotel, Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Agenda tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga momentum menyusun arah organisasi menghadapi tantangan jurnalisme televisi yang terus berubah.

Ketua Panitia Musda IV IJTI Bangka Belitung, Frendy Primadana, mengatakan Musda yang diikuti seluruh anggota IJTI Pengda Babel ini, diharapkan menjadi titik awal penguatan solidaritas sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia jurnalis televisi di Bangka Belitung.

“Musda bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan, memperkuat profesionalisme, dan memastikan IJTI tetap relevan dengan perkembangan industri media yang bergerak sangat cepat,” ujar Frendy, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, jurnalis televisi saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, kehadiran media digital, persaingan dengan platform media sosial, hingga tuntutan menghasilkan konten cepat namun tetap akurat menjadi tantangan yang harus dijawab organisasi.

“Jurnalis televisi tidak hanya dituntut mampu menyajikan gambar yang kuat, tetapi juga harus adaptif terhadap multiplatform, menguasai teknologi digital, serta tetap menjaga etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Musda, Haryanto mengatakan, seluruh persiapan Musda telah dilakukan agar kegiatan berjalan lancar dan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi organisasi.

“Kami berharap seluruh anggota dapat hadir dan berpartisipasi aktif karena setiap masukan akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah IJTI Bangka Belitung ke depan. Musda ini milik seluruh anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil Musda nantinya diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan semata, melainkan melahirkan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan para jurnalis televisi di daerah.

Ke depan, IJTI Bangka Belitung diproyeksikan memperkuat sejumlah program prioritas, di antaranya peningkatan kompetensi melalui pelatihan jurnalistik televisi dan digital, workshop pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita, pelatihan keselamatan jurnalis saat peliputan, penguatan uji kompetensi wartawan, hingga memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, organisasi juga diharapkan semakin aktif menjadi mitra strategis dalam mendorong ekosistem pers yang sehat, independen, profesional, dan berintegritas di Bangka Belitung.

Ketum IJTI Pusat: Jurnalis Televisi Harus Adaptif Tanpa Kehilangan Integritas

Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan menegaskan Musyawarah Daerah bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum memperkuat organisasi agar mampu menjawab perubahan besar yang tengah terjadi di industri media.

“Jurnalisme televisi sedang berada pada fase transformasi. Kecepatan informasi, perkembangan teknologi digital, dan hadirnya kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi jurnalis televisi. Yang tidak boleh berubah adalah integritas, akurasi, independensi, dan keberpihakan kepada kepentingan publik,” ujar Herik.

Menurutnya, IJTI di seluruh daerah, termasuk Bangka Belitung, harus menjadi rumah bersama bagi para jurnalis televisi untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga profesionalisme.

“IJTI tidak boleh hanya hadir saat Musda atau kegiatan seremonial. Organisasi harus aktif menghadirkan pelatihan, diskusi, sertifikasi kompetensi, advokasi bagi anggota, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar kualitas jurnalis televisi terus meningkat,” katanya.

Herik berharap kepengurusan baru IJTI Bangka Belitung mampu melahirkan program yang berdampak nyata bagi anggotanya.

“Saya berharap Pengda IJTI Bangka Belitung yang baru dapat menjadi organisasi yang solid, adaptif, dan inovatif. Jadikan Musda ini sebagai titik awal lahirnya gagasan-gagasan baru untuk memperkuat ekosistem jurnalisme televisi yang profesional, beretika, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital,” tuturnya.

Ia juga menilai Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah yang mampu melahirkan jurnalis televisi berdaya saing nasional melalui penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah, Musda IV IJTI Bangka Belitung diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin adaptif menghadapi transformasi industri media, tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik yang mengedepankan akurasi, independensi, dan kepentingan publik.

Sejauh ini, beberapa anggota sudah menyatakan diri mencalonkan diri sebagai Ketua IJTI Pengda Babel. Hanya saja, dinamika forum musda yang akan menentukan siapa yang layak memimpin organisasi ini selama 4 tahun ke depan atau periode 2026 – 2030. Proses pemilihan ketua akan dilangsungkan dalam sidang pleno dengan melibatkan IJTI Pusat sebagai pimpinan sidang.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top