BANGKA TENGAH, Berliannewa.id – Ratusan Seniorita atau lansia ikuti wisuda Akbar Al Qur’an di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Bangka Tengah pada Sabtu (13/06/2026) pagi. Kegiatan sakral ini merupakan agenda akbar Wisuda TKA/TPA LPPTKA Angkatan XXIII, Tahfidz Juz 30 Angkatan X, serta Wisuda Majelis Taklim Lansia Angkatan I tingkat Kabupaten Bangka Tengah.
Acara yang berlangsung khidmat ini menandai kelulusan 2.049 wisudawan dan wisudawati. Istimewanya, prosesi wisuda kali ini tidak hanya diikuti oleh santri usia dini, melainkan juga para “seniorita” sebutan akrab Bupati untuk para ibu lansia yang tetap bersemangat menuntut ilmu agama.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, hadir langsung membuka acara didampingi Ketua TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Bangka Tengah, Eva Algafry, dan Ketua BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Bangka Tengah, Devi Efrianda yang baru saja kembali dari tanah suci. Turut hadir pula jajaran forkopimda dan tokoh agama, di antaranya Kapolres Bangka Tengah, Kepala Kemenag Bangka Tengah, Ketua DPD BKPRMI, serta perwakilan Baznas dan MUI Bangka Tengah.
Sebanyak 153 wisudawati lansia dari enam kecamatan se-Bangka Tengah sukses mencuri perhatian. Sebelum dikukuhkan, para lansia ini telah melewati proses penilaian formal berupa yudisium. Bahkan, terdapat wisudawati yang telah menginjak usia 80 tahun ke atas dari wilayah Sungaiselan dan Koba yang tetap istikamah belajar.
Bupati Bateng, Algafry Rahman mengaku sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lansia tersebut.
“Wisuda ini bukan artinya selesai untuk belajar. Saya melihat sendiri yang dari Sungaiselan, dari Koba, usia 80 sekian tahun masih mau belajar. Itulah yang mesti kita contoh dan kita teladani. Ini prestasi yang luar biasa dan membanggakan,” ujar Algafry.
Senada dengan Bupati, Ketua BKMT Bangka Tengah, Devi Efrianda, berharap semangat para wisudawati lansia ini menular kepada anggota majelis taklim lainnya.
“Saya salut sama Ibu-ibu, tidak mengenal usia tetap mau belajar Al-Qur’an. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anggota BKMT yang lain untuk selalu istikamah,” ungkap Devi saat ditemui usai kegiatan.
Di antara ratusan wajah bahagia para lansia, terselip kisah inspiratif dari Heryati (64), salah satu wisudawati asal Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik atau usia bukanlah penghalang untuk terus mendekatkan diri pada kitab suci.
“Alhamdulillah, ini syukur sekali kepada Allah SWT karena masih diberi ingatan yang kuat dan semangat untuk terus menghafal Al-Qur’an. Walaupun mungkin kata orang tidak mungkin, tapi insyaallah kalau kita mau berusaha dan berjuang, pasti ada hasilnya,” ungkap Heryati.
Menariknya, Heryati ternyata merupakan seorang guru mengaji yang sehari-hari aktif mendidik anak-anak di lingkungan rumahnya. Aktivitas inilah yang membuatnya selalu lekat dengan Al-Qur’an di mana pun ia berada. Bagi Ibu Heryati, membagi waktu antara mengajar dan menghafal bukanlah beban, melainkan sebuah kebutuhan spiritual.
Ia pun menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda yang sedang berjuang mempelajari Al-Qur’an.