Tetes Bahagia di Halaman Rumah Kades Perlang, Lansia dan Guru Ngaji Dipeluk Hangat di Bulan Suci

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Di bawah langit sore yang teduh di halaman rumah Kepala Desa Perlang, Rabu (4/3/2026), sebuah pemandangan menyentuh hati tercipta. Bukan sekadar seremoni pemerintahan, namun sebuah pertemuan penuh kekeluargaan saat Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Wakil Bupati Efriyanda, duduk bersila dan menyapa langsung wajah-wajah sepuh yang selama ini menjadi pilar doa di desa tersebut.

Hari itu, 150 paket sembako disalurkan. Namun, bagi para janda lansia, marbot masjid yang setia menjaga rumah Allah, hingga guru ngaji tikar yang ikhlas mengajar tanpa pamrih, bantuan ini lebih dari sekadar bahan pokok—ini adalah pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan.

Bupati Algafry Rahman tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menatap satu per satu wajah kakek dan nenek yang hadir. Sambil menyerahkan bantuan, ia berkali-kali memberikan semangat.

“Sehat selalu untuk kakek dan nenek yang hadir di sini. Untuk para guru ngaji tikar dan marbot masjid, semangat terus dalam menjalankan tugas mulianya. Bapak dan Ibu adalah penjaga keberkahan daerah kita,” ucap Algafry dengan suara bergetar penuh ketulusan.

Ia mengingatkan bahwa sedekah bukan sekadar transaksi materi, melainkan ibadah yang paling dicintai Allah. “Allah paling bahagia dengan umat-Nya yang beribadah melalui sedekah, menyisihkan rezeki untuk sesama,” tambahnya, mengajak siapa pun yang memiliki kelebihan untuk membuka tangan lebar-lebar di bulan Ramadan ini.

Sinergi Kasih Sayang
Paket sembako yang dibagikan merupakan buah dari keroyokan kebaikan. Mulai dari CSR PT PSM Perlang, Koperasi Produsen Serumpun Mega Sejahtera, hingga kantong pribadi para pemimpin daerah—Bupati, Wakil Bupati, Kades Perlang Yani Basaroni, Camat Armansyah, hingga Kapolsek Ipda Dasa. Semuanya melebur menjadi satu demi satu senyuman warga.

Kades Perlang, Yani Basaroni, menyebutkan bahwa duka warga adalah duka mereka juga. Mengingat masih ada sekitar 250 warga kurang mampu—termasuk anak yatim dan piatu—ia bertekad agar kegiatan ini tidak berhenti di sini.

“Kami ingin mereka merasa dipedulikan. Jika ada pihak yang ingin menitipkan rezekinya, pintu kami selalu terbuka untuk menyalurkannya kepada yang paling berhak,” tutur Yani.

Acara yang semula formal berubah menjadi penuh tawa dan kehangatan. Kehadiran fun game, lomba nyanyi religi, hingga layanan servis motor dari Honda seolah menjadi pelipur lara bagi warga. Di sela-sela pasar sembako murah, terlihat warga bercengkerama tanpa sekat dengan para pemimpinnya.

Sore itu di Perlang, bukan hanya perut yang terisi, tapi hati yang kembali penuh dengan harapan bahwa di bulan yang suci ini, kasih sayang sesama manusia masih mengalir dengan sangat deras.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top