PANGKALPINANG, Berliannews.id -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna meredam lonjakan harga bahan pangan dan menjaga stabilitas inflasi daerah.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Hutan Pelawan Kantor Perwakilan BI Babel, Pangkalpinang, Kamis (01/10/2026), ini dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Ahmad Syarifullah Nizam, dan disambut oleh Kepala Perwakilan BI Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Babel, Rommy Sariu Tamawiwy.
Ditemui usai audiensi, Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, mengatakan langkah ini diambil menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama yang melebihi batas acuan pemerintah. Berdasarkan pemantauan terakhir, harga ayam ras di pasaran telah menembus angka Rp50.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp40.000. Selain itu, harga komoditas cabai juga tercatat melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
“Guna mengatasi persoalan ini, Pemkab Bangka Tengah langsung mengambil langkah-langkah, diantaranya menggandeng Bank Indonesia melalui penerapan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP),” ujarnya.
Sekda mengungkapkan dalam audiensi tersebut, Pemkab Bangka Tengah telah menerima paparan teknis mengenai persyaratan-persyaratan dalam pelaksanaan program FDP dari Bank Indonesia.
“Tim Teknis Pemkab Bangka Tengah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah juga akan menindaklanjuti dan menentukan titik distribusi yang dibutuhkan. Dan kita berharap melalui kolaborasi ini, stabilitas harga pangan dapat segera terwujud sehingga masyarakat sebagai konsumen akhir bisa mendapatkan harga komoditas pangan yang terjangkau dan sesuai dengan HET maupun HAP yang berlaku,” kata Ahmad Syarifullah Nizam.
Kepala Perwakilan BI, Rommy, menyambut baik positif kunjungan kerja yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Ia menjelaskan audiensi ini berfokus pada pembahasan strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Dan salah satu poin utama yang dibahas adalah pelaksanaan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Program ini menjadi bagian dari empat kerangka strategi pengendalian inflasi yakni dari sisi keterjangkauan harganya, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” terangnya.
Rommy berharap langkah-langkah yang telah dibahas dapat memberikan dampak bagi pengendalian inflasi di Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Turut hadir yakni Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Perwakilan Disperindagkop-UKM Bangka Tengah, dan jajaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.