Ketua Gerakan Peduli Lingkungan Bangka Tengah, drg. Eva Algafry Saat Memberikan Sosialisasi Kepada Pelajar. Foto : Diskominfosta Bangka Tengah.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah (Dindik Bateng) menggelar kegiatan Program Kesiswaan Eco Green School yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Koba, Kamis (08/10/2026) pagi.
Kegiatan sosialisasi habituasi ramah lingkungan dan promosi gerakan menjaga kebersihan sekolah ini dihadiri langsung oleh Eva Algafry selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Bangka Tengah sekaligus Pembina Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) dan Bunda Literasi Bateng, bersama Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, serta tenaga pendidik dan perwakilan pelajar tingkat SMP se-Kabupaten Bangka Tengah.
Program inovatif ini diprakarsai oleh Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah sebagai langkah konkret merespons rendahnya literasi kepedulian lingkungan dan kebersihan, yang turut merujuk pada data asesmen internasional seperti PISA serta laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 terkait Indeks Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup (IPKLH).
Dalam sambutannya, Eva Algafry mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini.
“Saya sekaligus sebagai Bunda Literasi ingin memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dipelopori oleh Dinas Pendidikan, serta Dinas Lingkungan Hidup yang telah bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Koba,” ungkap Eva Algafry.
Ia mengungkapkan keinginannya agar kelak dapat muncul duta-duta lingkungan yang berasal dari siswa-siswi di Bangka Tengah.
“Kita berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat pemberian edukasi bagaimana bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat melalui duta-duta lingkungan yang diinisiasi oleh siswa-siswi kita,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan, bahwa peran duta lingkungan dan pelajar sangat penting untuk menularkan kebiasaan baik ini ke rumah.
“Melalui anak-anak didik kita, informasi yang mereka terima hari ini dapat disampaikan dan diterapkan di rumah, lingkungan tempat tinggal, serta keluarga. Kita berharap melalui keluarga-keluarga inilah perubahan perilaku secara signifikan dapat terjadi,” lanjut Eva optimis.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Atika Anggraini, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk empat dimensi fokus utama, yakni penghematan energi, pengelolaan sampah, penghematan air, dan pengurangan polusi udara.
“Program ini melibatkan skala partisipasi yang masif, yakni diikuti oleh total 8.123 siswa dari 32 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bangka Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 siswa ambil bagian dalam kompetisi pemilihan duta siswa lingkungan, serta 320 siswa berpartisipasi dalam lomba kreasi menjaga kebersihan sekolah,” jelas Atika.
Rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada acara peluncuran semata. Usai tahap sosialisasi dan promosi gerakan kebersihan yang dilaksanakan hari ini, agenda akan dilanjutkan dengan tahap visitasi pada 21 hingga 26 Oktober mendatang, guna memantau perkembangan dan kemajuan program di masing-masing sekolah.
Kepala SMPN 1 Koba, Hana Meilani, turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan skala besar ini di sekolahnya.
“Kami sangat berharap program Eco Green School dapat berlanjut secara berkesinambungan agar budaya peduli lingkungan benar-benar mendarah daging bagi guru, siswa, maupun seluruh warga sekolah di Bangka Tengah,” harapnya.