Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda yang turut hadir dalam forum ini menyampaikan tantangan signifikan terkait pengurangan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada anggaran negara harus mulai diimbangi dengan kemitraan strategis bersama pihak ketiga untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur daerah.

“Pemerintah Daerah tidak dapat bergerak secara optimal tanpa dukungan pihak ketiga. Saat ini, subsidi dari pusat mengalami pengurangan hingga 70 persen. Kondisi tersebut menuntut kita untuk lebih mandiri, yang salah satunya diimplementasikan melalui penguatan kolaborasi dengan sektor swasta dan dunia usaha,” ucap Efrianda.

Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa sektor perikanan merupakan pilar utama dalam mendukung agenda strategis nasional, termasuk program ketahanan pangan, makan bergizi gratis, penanggulangan kemiskinan, mitigasi bencana, pencegahan stunting serta investasi dan pendanaan kreatif.

“Forum ini harus mampu menghasilkan langkah-langkah konkret, yang meliputi sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional dengan arah kebijakan Blue Economy (Ekonomi Biru), penguatan sinergi lintas sektor, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan melalui perluasan akses permodalan, teknologi, dan inovasi pemasaran,” jelasnya.

Selain fokus pada kebijakan makro, Pemkab Bateng juga menyoroti pengembangan kawasan pesisir, seperti rencana penetapan Desa Batu Belubang sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Wakil Bupati turut mengajak para pelaku usaha untuk meningkatkan investasinya di Bangka Tengah.

“Semakin intensif kehadiran pelaku usaha di Bangka Tengah, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin progresif. Kami mengundang Bapak dan Ibu untuk mengembangkan bisnis di sini. Dinas Perikanan serta Bappeda siap memfasilitasi proses tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Efrianda.

Forum kali ini menghadirkan para stakeholder sektor perikanan Bangka Tengah mulai dari hulu ke hilir, diantaranya Hartono selaku Direktur Yamaha Sumber Jadi Pangkalpinang, Samuel Waluyo selaku Sales Manager PT. Karya Bahari Abadi, Evi Hariyadi Rachmat selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, dan Subekti Saputra selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wabup bersama stakeholder yang hadir turut melakukan peninjauan dermaga TPI Batu Belubang.

“Kami berharap dermaga ini bisa diperpanjang. Seperti yang kita lihat hari ini, hasil laut nelayan harus diestafet lagi. Perahu nelayan tidak bisa langsung mendarat ke pelelangan ikan, mereka harus sewa semacam ponton dan itu mengeluarkan biaya. Akhirnya, harga ikan yang dibeli masyarakat jadi naik. Kalau Pemkab Bangka Tengah dan Pemprov Babel berkolaborasi memperpanjang dermaga ini setidaknya menjadi 300 meter, itu akan sangat membantu nelayan. Dampaknya, harga ikan tidak akan semahal sekarang,” tutur Wabup.

Sementara itu, Hartono selaku Direktur Yamaha Sumber Jadi (Yamaha Marine) Pangkalpinang menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung sektor perikanan di Bangka Tengah. Hartono menjelaskan bahwa mengingat mayoritas nelayan di wilayah tersebut merupakan pengguna mesin Yamaha, pihaknya berencana melakukan ekspansi layanan melalui pengembangan bengkel khusus nelayan agar lebih menjangkau para pelaku usaha perikanan di lapangan.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemkab Bangka Tengah untuk mendukung nelayan di sini. Rata-rata banyak yang menggunakan mesin Yamaha di Bangka Tengah, makanya kita coba kembangkan juga bengkel nelayan biar bisa lebih menjangkau lagi para nelayan,” ungkap Hartono.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian bantuan genting, pemberian simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan yang telah disubsidi Pemkab Bateng selama 1 tahun serta pemberian santunan kematian kepada istri nelayan.