Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengalami peningkatan di tahun 2025 dengan 4 kasus kematian.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun pada Rabu, (27/8/2025) di Koba.
Ia mengatakan, sampai dengan bulan Juli kemarin, peningkatan kasus DBD di Bangka Tengah sudah hampir menyentuh angka 100 persen dari tahun sebelumnya.
“Untuk persentase, peningkatan (DBD) hampir 100 persen, karena tahun 2024 itu total keseluruhan angka DBD sekitar 200an kasus, selama satu tahun, sedangkan tahun 2025 ini, per 13 Juli mencapai 308 kasus,” ujar Zaitun.
Diterangkan Zaitun, adanya data peningkatan DBD di masyarakat itu tidak terlepas dari diperkuatnya pelaksanaan skrining oleh petugas kesehatan kepada masyarakat.
“Angka DBD memang meningkat, itu berbarengan dengan kita yang memperkuat skrining DBD. Harapan kita, dengan ditemukannya lebih banyak kasus, maka kita bisa melakukan pencegahan secara seksama,” tutur Zaitun.
Menurut Zaitun, melalui pelaksanaan skrining yang lebih menyeluruh itu diharapkan bisa menekan angka kematian akibat dari penyakit yang disebarkan oleh infeksi virus Dengue tersebut.
“Jadi tahun ini pemeriksaan memang lebih intens. Kami kemarin ada kegiatan juga bersama dokter spesialis penyakit dalam, terkait tata laksana DBD,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan proses skrining yang lebih baik itu akan membuat proses penanganan dari pasien DBD itu lebih cepat.
“Skrining ini kan lebih banyak, kemudian terdeteksi lebih awal membuat penanganan lebih cepat, karena biasanya angka kematian DBD itu kan karena terlambat melakukan penanganan,” tandasnya.