Sepanjang 2025, 311 Warga Bangka Tengah Terjangkit DBD, Enam Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun.

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mencatat sebanyak 311 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan enam kasus kematian yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun, mengatakan meningkatnya jumlah kasus DBD pada 2025 dipengaruhi oleh penguatan skrining yang dilakukan pihaknya, termasuk dukungan program dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2025 memang terjadi kenaikan kasus DBD. Hal ini karena adanya peningkatan skrining, selain itu kita juga dibantu program dari pusat, sehingga penguatan skrining dilakukan dan angka temuan DBD meningkat,” ujar Zaitun saat ditemui di Koba, Minggu (18/1/2026).

Sementara itu, untuk penyakit malaria, Dinkes Bateng mencatat terdapat tiga kasus sepanjang tahun 2025. Menurut Zaitun, kasus tersebut diduga merupakan kasus impor.

“Kita sebenarnya sudah eliminasi malaria sejak beberapa tahun lalu. Kemungkinan ini merupakan kasus impor yang masuk dari luar daerah,” tuturnya.

Zaitun menambahkan, hingga awal tahun 2026 ini belum ditemukan kasus kematian baik akibat DBD maupun malaria di Bangka Tengah.

“Yang baru bisa kita sampaikan saat ini adalah data tahun 2025, di mana terdapat enam kasus kematian akibat DBD. Angka ini hanya sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Untuk sebaran kasus DBD, Zaitun menyebut hampir merata di enam kecamatan di Bangka Tengah, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Koba dan Sungaiselan.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus mengintensifkan penerapan 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air serta barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Upaya pencegahan DBD kita maksimalkan melalui 3M. Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus kita perkuat di masyarakat,” pungkas Zaitun.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top