BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terus memperkuat komitmen menekan angka putus sekolah, khususnya menjelang penerapan penuh program Wajib Belajar 13 Tahun. Salah satu langkah konkret yang disiapkan melalui Dinas Pendidikan adalah pengadaan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Pada tahun 2026, bantuan tersebut akan menyasar ribuan peserta didik di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), bantuan peralatan atau alat tulis akan disalurkan kepada 3.550 siswa, sementara perlengkapan atau seragam sekolah diberikan kepada 600 siswa.
Sementara di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), bantuan peralatan sekolah direncanakan untuk 3.378 siswa dan perlengkapan sekolah untuk 600 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Indrawadi, mengatakan seluruh bantuan tersebut telah dianggarkan dan akan direalisasikan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
“Nanti di tahun ajaran baru, pengadaan bantuan untuk tas, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya sudah kita siapkan,” ujar Indrawadi, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah daerah ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus memastikan tidak ada anak yang terhambat mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Selain bantuan daerah, Indrawadi menambahkan pemerintah pusat juga turut mendukung melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Dari pemerintah pusat ada Program Indonesia Pintar. Pembiayaannya bisa digunakan untuk beli baju, sepatu, buku, dan alat-alat tulis. Ini juga menjadi penguat agar anak-anak tetap sekolah,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, Pemkab Bangka Tengah berharap angka putus sekolah dapat ditekan secara signifikan, sejalan dengan target peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di daerah.