BANGKA TENGAH – Isanudin (16), remaja asal Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga tenggelam di muara Sungai Kurau, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan.
Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 08.16 WIB di perairan Pal 4, Desa Penyak, dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudi Sabara, membenarkan penemuan tersebut.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan di perairan Pal 4, di pinggir pantai, pukul 08.16 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Yudi.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama untuk dilakukan pemeriksaan.
“Usai pemeriksaan medis, korban langsung dibawa ke rumah duka,” tambahnya.
Ia menghimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati melakukan aktivitas di luar rumah, seperti sungai, kolong ataupun laut, dikarenakan saat ini kondisi pasang yanh cukup tinggu dalam beberapa hari ke depan.
“Pak Bupati dan Wabup beserta sekda juga mengucapkan turut bela sungkawa kepada korban dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Basarnas selaku leading sektor SAR dan tim lainnya Polres, Brimob, TNI, gempa 01, BPBD Babel, Laskar Sekaban, BPBD Bateng, Tagana Prov. Kep Babel dan pihak lainnya yang sudah turut membantu pencarian korban,” tuturnya.
Sebelumnya, Isanudin dilaporkan hilang pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya, Ibrahimovic (17) dan Refi (15), sedang memancing di atas perahu speed lidah yang bersandar di dermaga nelayan Muara Kurau.
Situasi mendadak berubah ketika seekor monyet tiba-tiba melompat ke atas perahu. Ketiganya terkejut dan spontan melompat ke sungai. Korban sempat berpegangan pada badan perahu, namun kemudian melepaskannya dan berusaha berenang menyusul kedua temannya ke seberang sungai.
Diduga kelelahan melawan arus sungai yang deras saat air surut, korban tidak mampu mencapai tepian dan akhirnya tenggelam. Rekan korban sempat berusaha menolong, namun derasnya arus menyebabkan korban terseret hingga hilang dari pandangan.