PANGKALPINANG, Berliannews.id – LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel menggelar sosialisasi dan edukasi dalam rangka Festival Syawal 1447 H untuk mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut berlangsung di lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu (4/3/2026).
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Babel, M. Denny Elyasa, menyampaikan apresiasi dari Gubernur Babel atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemerintah provinsi sangat mendukung program penguatan ekosistem halal.
Ia menjelaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal akan mulai berlaku pada Oktober 2026, sehingga seluruh produk yang beredar wajib memiliki sertifikat halal.
“Gubernur Babel Dr (HC) Hidayat Arsani sangat mendukung dan mensupport program halal,” ujar Denny.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berkomitmen mendukung percepatan sertifikasi halal, pembinaan UMKM serta penguatan ekosistem halal melalui kolaborasi dengan LPPOM Babel.
“Gubernur Babel berharap agar kegiatan tidak hanya menjadi seremoni tetapi menjadi pergerakan bersama terutama dalam m mbangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan di Provinsi Babel,” ungkap Denny.
Denny juga mengungkapkan bahwa Dinas Koperasi UKM Babel mendapat kuota 5.918 sertifikasi halal skema self declare dari BPJPH pusat yang saat ini terus didorong realisasinya.
Ketua MUI Babel, Prof. Dr. KH. Hatamar Rasyid, mengatakan kegiatan Festival Syawal ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal.
Menurutnya, kewajiban sertifikasi halal bukan hanya kebutuhan umat Islam, tetapi juga menjadi standar global dalam perdagangan.
“Jika terjadi transaksi internasional, konsumen mancanegara tentu akan menanyakan apakah produk tersebut sudah memiliki sertifikasi halal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pelaku usaha mikro dan kecil memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Bangka Belitung sehingga perlu didorong agar semakin berkembang dan mandiri melalui penguatan sektor halal.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Rommy Sariu Tamawiwy, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun ekonomi daerah.
“Sinergi adalah kekuatan. Jika ekonomi Bangka Belitung maju, maka seluruh masyarakat akan merasakan dampaknya,” tuturnya .
Direktur LPPOM Babel, Muhammad Ihsan, menambahkan bahwa Festival Syawal merupakan agenda tahunan sejak 2021 yang bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus membangun ekosistem halal di daerah.
Rangkaian kegiatan Festival Syawal 1447 H sendiri berlangsung sejak Ramadan hingga pasca-Ramadan dengan fokus pada percepatan sertifikasi halal dan peningkatan daya saing UMKM.
“Kami juga mendorong pelaku usaha menengah dan besar agar segera mengurus sertifikat halal sebelum kewajiban berlaku pada 17 Oktober 2026. Adapun target yang ingin dicapai, dengan adanya kegiatan sosialisasi halal,” ujar Ihsan.
Ia menambahkan, program sosialisasi halal dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pertemuan langsung, door to door, hingga kegiatan daring.
Melalui kegiatan ini, LPPOM Babel juga menargetkan semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh fasilitasi sertifikasi halal gratis, khususnya bagi usaha mikro dan kecil, sehingga industri halal di Bangka Belitung dapat berkembang lebih kuat dan berkelanjutan.
“untuk sertifikasi halal reguler ada sebanyak 4.355 pelaku usaha,” kata Ihsan.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Umum LPPOM Muti Arintawati, Head of Regional Development LPH LPPOM Purwono (secara daring), Ketua MUI Babel Prof. Dr. KH. Hatamar Rasyid, serta Direktur LPPOM Babel Muhammad Ihsan.
Adapun peserta yang hadir terdiri dari pelaku UMKM, pelaku usaha retail, toko bahan kue, frozen food, jasa penyembelihan, serta pelaku usaha hotel, restoran, dan katering.