BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar audiensi bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Kerja Bupati Bangka Tengah, Senin (5/1/2026).
Kepala BNNP Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. Eko Kristianto, S.I.K., M.Si, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi dan sinergi dengan Pemkab Bangka Tengah dalam upaya pencegahan peredaran narkoba.
“Alhamdulillah hari ini saya berkunjung ke Bangka Tengah untuk bersilaturahmi dengan Bupati Algafry. Ada beberapa hal yang kita bahas dan diskusikan, khususnya terkait kolaborasi dan sinergi program pencegahan peredaran narkoba,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya akan memfokuskan pemulihan sejumlah desa dan kelurahan yang sebelumnya masuk kategori rawan narkoba agar menjadi wilayah bersih dari narkoba. Adapun desa yang menjadi prioritas yakni Desa Sungaiselan, Desa Tanjung Gunung, dan Desa Batu Belubang.
“Tiga desa ini nantinya akan kita lakukan berbagai kegiatan yang sifatnya persuasif dan preventif, bersama masyarakat, pihak kecamatan, tokoh masyarakat, serta pemuda, untuk membangun desa yang bersih dari narkoba,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eko Kristianto mengungkapkan bahwa jalur masuk narkoba ke wilayah Bangka Tengah saat ini masih didominasi jalur nasional dari seberang Sumatera, terutama melalui jalur laut.
“Memang jalur masuknya masih dari luar daerah, khususnya dari Sumatera, dan paling banyak melalui jalur laut,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyambut baik komitmen dan niat BNNP Babel dalam membantu pemerintah daerah memberantas peredaran narkoba di Bangka Tengah.
“Alhamdulillah kita mendapat kunjungan dari BNNP Babel. Ini adalah tugas kita bersama untuk membersihkan Bangka Tengah dari bahaya narkoba. Bahkan, dipimpin oleh Wakil Bupati, kami sudah mulai mengingatkan hingga ke struktur RT dan RW untuk menyikapi jika ada warga yang terindikasi narkoba,” ungkap Algafry.
Dari hasil diskusi, disepakati bahwa program awal akan difokuskan di Desa Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, serta Desa Tanjung Gunung dan Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru.
Tak hanya itu, Algafry juga mengusulkan agar Kecamatan Namang turut menjadi sasaran program pencegahan narkoba ke depan.
“Saya minta ditambahkan Kecamatan Namang. Nanti akan kita lakukan pendekatan dan penyamaan persepsi, sehingga upaya pembersihan narkoba bisa segera dimulai. InsyaAllah mulai hari ini langsung kita koordinasikan,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“InsyaAllah bisa kita lakukan. Kita ingin semua terlibat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda, untuk bersama-sama menyikapi dan melawan narkoba,” pungkasnya.