BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penghulu se-Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Rapat Besar Pemkab Bangka Tengah, Senin (9/1/2026).
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengatakan bimtek ini menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para tokoh agama desa dan kelurahan, khususnya penghulu.
“Kita ingin lebih dekat dengan para penghulu, agar program pembangunan pemerintah dapat tersampaikan ke masyarakat. Karena peran penghulu di wilayah masing-masing sangat strategis, ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah,” ujar Efrianda.
Ia menegaskan, penghulu harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga ilmu pengetahuan lainnya yang relevan dengan kehidupan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Efrianda juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberadaan penghulu desa. Hingga saat ini, honorarium penghulu masih dianggarkan dan disalurkan melalui desa.
“Selain honor yang tetap kita anggarkan, ada juga bonus dari Bupati secara pribadi. Saya pribadi juga akan memberikan baju batik menjelang Lebaran,” tuturnya.
Efrianda berpesan agar para penghulu turut berperan aktif dalam menjaga generasi muda di lingkungannya masing-masing, mengingat estafet kepemimpinan daerah ke depan berada di tangan pemuda setempat.
“Penghulu diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait bahaya narkoba, pinjaman online ilegal, perzinahan, dan pergaulan bebas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Tengah, Jamaludin, menjelaskan bahwa penghulu yang mengikuti bimtek tersebut merupakan penghulu bentukan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, bukan penghulu yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kemenag.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama yang telah membantu Kemenag dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jamaludin, kebutuhan layanan keagamaan di masyarakat sangat luas dan tidak seluruhnya dapat dijangkau oleh Kemenag.
“Misalnya saat ada warga meninggal dunia, yang pertama dihubungi biasanya penghulu desa. Begitu juga kegiatan tahlilan, ruahan, dan kegiatan keagamaan lainnya, peran tokoh agama dan penghulu desa sangat dominan,” pungkasnya.