Pada kesempatan itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Feri Julianto, S.E., Ak., M.Si. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, koperasi dituntut semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Semangat yang diwariskan Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, dinilai tetap relevan hingga saat ini, yakni bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan usaha bersama yang dibangun atas dasar semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan.

Dalam sambutan Menteri Koperasi juga disampaikan bahwa semangat tersebut kini diwujudkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Saat ini telah terbentuk lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan lebih dari 1.061 koperasi di antaranya telah mulai beroperasi sebagai langkah awal penguatan ekonomi masyarakat.

KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mampu memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, serta menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Selain itu, perkembangan koperasi yang digerakkan generasi muda juga menunjukkan tren positif, terutama pada sektor ekonomi kreatif dan digital, seperti koperasi di bidang gim, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup. Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Koperasi Nasional ke-79 sebagai momentum untuk memperkuat gerakan koperasi di Indonesia.

“Peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Di tengah berbagai tantangan, koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pembangunan yang inklusif serta berkeadilan,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri Koperasi RI.

Dalam sambutan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa sudah saatnya mengubah cara pandang terhadap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno.

“Sudah saatnya kita meninggalkan stigma lama yang menganggap koperasi sebagai organisasi yang lambat dan kuno. Mari jadikan Hari Koperasi ke-79 sebagai momentum untuk memperkuat gerakan koperasi Indonesia dengan menjaga semangat gotong royong, memperkuat solidaritas, meningkatkan tata kelola, serta memperluas kolaborasi,” katanya.

Bupati juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif mengembangkan koperasi sebagai wadah inovasi dan penguatan ekonomi masa depan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan purnabakti Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) kepada 13 penerima sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas. Selain itu, diserahkan pula santunan kepada enam penerima lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Penyerahan santunan tersebut menjadi wujud kepedulian dan komitmen Korpri dalam memberikan apresiasi serta dukungan kepada para anggotanya.