BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Bangka Tengah hingga kini masih belum dapat dipastikan kapan akan kembali terdistribusi secara normal dan merata.
Kepala DisperindagkopUKM Bangka Tengah, Irwandi, mengatakan hingga saat ini belum ada kepastian dari Pertamina terkait kelancaran distribusi LPG 3 Kg ke wilayah Bangka Tengah.
“Untuk gas LPG 3 Kg saat ini masih belum ada kabar kapan bisa didistribusikan dengan baik, mengingat kendala cuaca. Itu informasi terakhir yang kami terima dari kawan-kawan Pertamina,” ujar Irwandi, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, faktor utama kelangkaan disebabkan kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan kapal pengangkut LPG belum dapat bersandar di pelabuhan. Akibatnya, distribusi gas ke Bangka Tengah belum bisa dilakukan secara maksimal karena pasokan dari pusat belum tiba.
“Untuk kepastian kapan kelangkaan ini akan berakhir, kami sulit memprediksi karena cuaca masih ekstrem. Dengan kondisi seperti sekarang, kalau kita janjikan minggu depan tetapi belum juga normal, justru akan menimbulkan kondisi yang kurang baik. Jadi belum bisa kita pastikan kapan distribusi berjalan normal, semuanya tergantung cuaca,” jelasnya.
Irwandi mengungkapkan, saat ini stok LPG 3 Kg di hampir seluruh pangkalan sudah habis, bahkan masyarakat harus mengantre cukup panjang ketika pasokan datang.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya melakukan pengawasan langsung ke pangkalan dan agen LPG. Selain itu, DisperindagkopUKM juga mengimbau agar pendistribusian dilakukan secara merata dengan pembatasan maksimal satu tabung per orang, baik untuk masyarakat umum maupun pelaku UMKM.
“Kami minta tidak ada tebang pilih. Semua harus dibagikan secara adil karena stok sangat terbatas sampai kondisi kembali normal,” tegasnya.
Terkait harga, Irwandi menambahkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) sebenarnya sudah ditetapkan. Namun di lapangan, harga LPG 3 Kg masih ditemukan bervariasi akibat kondisi kelangkaan yang terjadi.