Anggaran Menyusut Hingga 70 Persen, Pemdes Diminta Fokuskan Dana Desa ke Prioritas

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Bangka Tengah diminta segera mengelompokkan dan menetapkan skala prioritas kegiatan menyusul pemangkasan Dana Desa tahun anggaran 2026 yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Bangka Tengah, Padlillah, mengatakan pengurangan Dana Desa tersebut merupakan kebijakan nasional yang berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia.

“Dana Desa tahun 2026 mengalami penurunan cukup besar. Untuk Bangka Tengah, dari sebelumnya sekitar Rp52 miliar pada 2025 menjadi Rp18,5 miliar,” ujar Padlillah, Senin (25/1/2026).

Ia menjelaskan, pengurangan anggaran terjadi karena pemerintah pusat mengalihkan sebagian Dana Desa untuk mendukung rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih. Kondisi ini membuat hampir seluruh desa mengalami pemotongan anggaran hingga mendekati 70 persen.

“Ketika kami diskusikan dengan desa-desa, rata-rata pengurangannya hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Padlillah menegaskan Pemdes tidak memiliki banyak pilihan selain menyusun skala prioritas kegiatan yang benar-benar penting dan mendesak.

“Pemerintah desa harus mengelompokkan kegiatan prioritas. Penggunaan Dana Desa tidak boleh keluar dari delapan prioritas yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, pengelompokan prioritas menjadi langkah krusial agar Dana Desa yang tersisa tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

“Kami mendorong agar kegiatan yang dilaksanakan benar-benar berdampak langsung ke masyarakat. Jangan sampai dana yang terbatas ini digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Padlillah juga meminta kepala desa lebih cermat dalam menyusun perencanaan dan penganggaran, serta memastikan seluruh kegiatan tetap mengacu pada regulasi Dana Desa yang berlaku.

“Dengan kondisi anggaran seperti ini, perencanaan harus lebih selektif dan realistis. Yang terpenting, jangan keluar dari aturan,” pungkasnya.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top