BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengingatkan agen dan pangkalan LPG agar tidak bertindak nakal di tengah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala DisperindagkopUKM Bangka Tengah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi LPG yang mengalami gangguan, sehingga menyebabkan stok gas menipis di Bangka Tengah dan hampir seluruh wilayah Pulau Bangka.
“Kelangkaan stok LPG ini disebabkan adanya kerusakan kapal tongkang yang mengangkut LPG dari Pulau Layang menuju Pulau Bangka,” ungkapnya, Sabtu (24/1/2026).
Selain kerusakan kapal, kendala lain juga dipengaruhi oleh kondisi perairan di Pulau Bangka yang mengalami pendangkalan akibat lumpur, sehingga menyulitkan kapal untuk bersandar di pelabuhan.
“Secara teknis, kalau dipaksakan masuk, hal itu bisa merusak baling-baling kapal. Ditambah lagi kondisi cuaca ekstrem di laut yang disertai ombak tinggi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pertamina, kapal tongkang pengangkut LPG direncanakan dapat bersandar pada Minggu (25/1/2026).
“Insyaallah, pada hari Senin LPG sudah bisa kembali didistribusikan secara masif kepada agen dan pangkalan,” ujarnya.
Dalam kondisi kelangkaan ini, DisperindagkopUKM Bateng menegaskan agar agen dan pangkalan tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan membuat masyarakat takut tidak kebagian LPG, karena itu bisa memicu panic buying. Kami juga mengingatkan agar tidak ada pengecer, toko, atau oknum masyarakat yang menimbun LPG lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama distribusi belum kembali normal, agen dan pangkalan diminta menyalurkan LPG secara adil dan merata kepada masyarakat serta pelaku UMKM.
“Untuk sementara, masing-masing konsumen hanya boleh dilayani maksimal satu tabung LPG 3 kilogram sampai kondisi benar-benar normal,” pungkasnya.