BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Bangka Tengah. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut dan harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya.
Salah seorang warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, F, mengatakan kelangkaan gas telah dirasakan sejak beberapa pekan terakhir. Ia mengaku kerap kehabisan gas saat mendatangi pangkalan.
“Kalau saya sudah hampir tiga minggu mencari gas. Begitu gas datang ke arah kami di Bik S, tahu-tahu dibilang sudah habis,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia juga menilai distribusi gas di tingkat pangkalan terkesan tidak merata.
“Katanya gas habis terus. Seperti pilih-pilih pembeli,” keluhnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Bangka Tengah, Irwandi, menjelaskan kelangkaan gas LPG 3 kg terjadi akibat faktor cuaca.
“Karena faktor cuaca, kapal pengangkut LPG dari Palembang ke Bangka tidak dapat beroperasi. Ini berdasarkan informasi dari Pertamina melalui SPBE dan agen,” kata Irwandi.
Ia menyebutkan, sejak Minggu lalu agen mulai kembali beroperasi dan mendistribusikan gas ke pangkalan. Diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi distribusi akan kembali normal.
“Untuk kuota, tetap sesuai dengan loading order (LO) dari pangkalan ke agen,” jelasnya.
Terkait adanya dugaan kenaikan harga gas LPG 3 kg di tingkat pengecer, Irwandi mengaku pihaknya masih melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami baru melakukan pengecekan ke distributor. Saat ini tim masih turun ke lapangan terkait LPG ini,” pungkasnya.