BANGKA TENGAH, Berliannews.id – SMP Negeri 2 Sungaiselan terus menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dengan mengenalkan peserta didik pada budaya lokal yang ada di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran budaya bertema “Lesung Penumbuk Padi” yang memiliki keterikatan dengan kehidupan masyarakat di Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal sejarah, fungsi, dan penggunaan lesung sebagai alat tradisional yang dahulu digunakan masyarakat dalam proses pengolahan padi. Lebih dari sekadar alat, lesung juga mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat.
Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan, Deni Andriyanto, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa budaya lokal dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Kami ingin siswa mengenal budaya yang ada di lingkungan mereka. Dengan belajar secara langsung, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna,” ujar Deni.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan, Risky Fuji Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa.
“Siswa tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan budaya yang ada di daerahnya. Dari sini mereka belajar sejarah sekaligus nilai gotong royong dan kebersamaan,” ungkap Risky.
Sementara itu, Mang Dur selaku narasumber menjelaskan bahwa lesung dahulu menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Dulu lesung ini merupakan satu-satunya alat yang di gunakan masyarakat untuk mengolah padi menjadi beras. Kalo orang tua kita dulu mereka menanam padi di ladang atau biasa di sebut “hume”, dan hasil hume tersebut yang berupa padi di tumbuk menggunakan lesung dan alu sehingga menjadi beras, dan beras tersebutlah yang di konsumsi warga untuk makan sehari-hari. Dari kegiatan itu tumbuh kebersamaan, keakraban, dan rasa kekeluargaan yang tinggi karena saling membantu,” jelas Mang Dur.
Ia berharap generasi muda saat ini tetap tahu, mengenal, dan menghargai budaya lokal yang mulai jarang ditemui.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya SMP Negeri 2 Sungaiselan untuk menjadikan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran. Melalui pengalaman langsung, siswa diharapkan semakin mengenal sejarah daerah, menghargai warisan budaya, serta memiliki kepedulian untuk melestarikannya.
Belajar dari lingkungan, mengenal budaya, dan menjaga warisan daerah.