BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Alun-Alun Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, pada Sabtu (26/09/2026) malam. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru, baik dari sekitar Kota Koba maupun luar Bangka Tengah, tumpah ruah memadati pusat Kota Koba untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama penceramah kondang, Prof. Syaikh H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Datuk Seri Ulama Setia Negara atau yang akrab disapa Ustaz Abdul Somad (UAS).
Kehadiran UAS di Bangka Tengah ini merupakan momen yang istimewa karena ini adalah kali kedua ustaz hadir mengisi tabligh akbar di Kabupaten Bangka Tengah, setelah kunjungan pertamanya pada tahun 2019 silam. Ada yang menarik dalam penampilannya kali ini, UAS tampak mengenakan batik khas Bangka Tengah bermotif swarna wangka yang bercorak tanaman kantong semar, ukiran bentuk Pulau Bangka, serta corak kembang katis. Di sela-sela tausiahnya, UAS bahkan turut mempromosikan batik kebanggaan masyarakat Bangka Tengah tersebut.
Acara akbar ini turut dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, jajaran Forkopimda Bangka Tengah, Kepala OPD Pemkab Bateng, pimpinan instansi vertikal, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa terima kasih yang mendalam kepada UAS dan seluruh jemaah yang hadir.
“Ayuk/Abang semuanya, terima kasih telah hadir semua ke tempat kita ini. Mari sama-sama kita dengarkan tausiah dari UAS. Mudah-mudahan hadirnya kita di sini semuanya akan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahuwataala,” ujar Algafry di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah mempersiapkan rangkaian acara ini demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan syiar Islam tersebut.
Dalam ceramahnya, UAS menyampaikan berbagai pesan moral, nasihat kehidupan, serta pengingat akhir zaman bagi para jemaah yang hadir. Menurutnya, di tengah gempuran teknologi, seperti gawai (gadget), menuai banyak dampak negatif di zaman modern. Oleh karena itu, penguatan keluarga, pendidikan pesantren, serta bimbingan para alim ulama menjadi benteng pertahanan utama bagi anak-anak.
“Anak kita menjadi korban, pikirannya tak bisa diajak bicara, kenapa? Sibuk main game online, duitnya dari mana? Judi online… Tapi jangan lupa, nerakanya offline,” ucap UAS.
UAS juga mengingatkan, bahwa segala bentuk kemegahan duniawi seperti rumah besar, kendaraan, dan harta benda pada akhirnya akan ditinggalkan saat seseorang menghadap Sang Pencipta. Oleh karena itu, harta hendaknya disedekahkan atau diwakafkan untuk kebaikan jangka panjang, seperti pembangunan lembaga pendidikan Islam atau pesantren.
“Rumah besar, tinggal! Mobil besar, tinggal! Istri besar, tinggal! Yang kekal abadi hanyalah? Sedekah!,” tegas UAS.
Di akhir tausiahnya, UAS berpesan kepada para pemimpin, pejabat, dan pemegang kebijakan, agar memanfaatkan kedudukan dan kekuasaan yang bersifat sementara ini untuk berbuat amal saleh serta menyejahterakan masyarakat.
Tabligh akbar yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Kehadiran ribuan jemaah yang memadati Alun-Alun Kota Koba mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Bangka Tengah dalam mendalami ilmu agama serta mempererat tali silaturahmi.