BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Benua Ilmu Kabupaten Bangka Tengah, di depan Gedung Eks Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (26/09/2026).
Momen tersebut turut dihadiri Ustaz Abdul Somad yang berkenan ikut meletakkan batu pertama sekaligus memimpin doa untuk kelancaran pembangunan Perpustakaan Benua Ilmu Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Bangka Tengah mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan perpustakaan yang diharapkan menjadi ruang literasi Islami yang representatif bagi masyarakat Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. karena atas izin-Nya kita dapat hadir bersama pada momen yang penuh berkah ini, yaitu peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Benua Ilmu,” ujarnya.
Algafry menjelaskan, gedung yang akan dikembangkan menjadi Perpustakaan Benua Ilmu memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada masa kolonial Belanda, gedung tersebut disebut pernah menjadi kantor pemerintahan dalam negeri yang dipimpin oleh asisten administrator.
“Gedung ini penuh dengan sejarah, pernah disinggahi oleh Bung Karno dan para pejuang kemerdekaan lainnya pada masa perjuangan. Kemudian pada masa kemerdekaan gedung ini pernah menjadi rumah dinas Camat Koba, kemudian setelahnya dimanfaatkan menjadi Perpustakaan Selawang Segantang Kabupaten Bangka Tengah,” katanya.
Menurutnya, gagasan menghadirkan Perpustakaan Benua Ilmu lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya ruang literasi Islami yang dapat menjadi tempat bagi anak-anak, pelajar, dan masyarakat untuk tumbuh bersama ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
“Nama ‘Benua Ilmu’ sendiri kami pilih sebagai harapan besar, agar perpustakaan ini menjadi benua atau daratan luas tempat ilmu tumbuh subur bagi generasi Bangka Tengah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perpustakaan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat literasi dan kegiatan keluarga.
“Kami rancang bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan sebagai pusat literasi dan kegiatan keluarga, tempat anak-anak belajar ilmu agama sejak dini, tempat ibu-ibu mendampingi tumbuh kembang anaknya, dan tempat generasi muda mengasah wawasan serta kreativitas,” tutur Algafry.
Perpustakaan Benua Ilmu direncanakan dilengkapi dengan ruang baca yang nyaman, ruang diskusi komunitas, koleksi buku-buku Islam yang terus diperbarui, serta berbagai program literasi yang melibatkan sekolah, pesantren, dan komunitas literasi di Bangka Tengah.
Pada kesempatan tersebut, Algafry juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ustaz Abdul Somad yang turut memberikan doa bagi pembangunan perpustakaan tersebut.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Ustaz Abdul Somad, yang senantiasa mengingatkan kita bahwa ilmu adalah cahaya, dan perpustakaan adalah salah satu rumah tempat cahaya itu dijaga dan disebarkan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Algafry berharap pembangunan Perpustakaan Benua Ilmu dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, marilah kita mulai peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Benua Ilmu ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua dan bermanfaat bagi generasi Bangka Tengah, sekarang dan di masa yang akan datang,” pungkasnya.