Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, anggota DPRD Bangka Tengah, Camat Sungaiselan, serta Lurah Sungaiselan.
Bupati memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah.
“Alhamdulillah kita bisa bersama-sama ke tempat ini, majelis yang kita cintai ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Atas nama Pemerintah Daerah Bangka Tengah dan pribadi, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat Bangka Tengah yang luar biasa dalam melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad saw.,” tutur Algafry.
Ia mengatakan, pelaksanaan Maulid Nabi yang masih berlangsung hingga saat ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memperingati hari-hari besar Islam. Algafry menilai tidak ada persoalan kapan pun masyarakat ingin melaksanakan Maulid Nabi, selama kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dan memperkuat keimanan.
“Mulai dari tanggal 10 Rabiul Awal sampai hari ini, kita masih terus melaksanakan kegiatan Maulid Nabi. Saya rasa tidak menjadi masalah, sampai kapan pun kalau kita ingin melaksanakan Maulid, boleh dan sangat dianjurkan,” katanya.
Algafry juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya menjadikan peringatan Maulid sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk menjaga hati dan meningkatkan kedekatan kepada Allah Swt.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh hidayah, memperkuat iman dan Islam, serta senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar hati tetap berada dalam petunjuk dan kebenaran.
Perayaan Maulid Nabi di Majelis Anwarul Muhibbin tersebut turut diisi tausiyah oleh Ustaz Jamaludin dan Ustaz Zainal Abidin.
Dalam ceramahnya, Ustaz Jamaludin menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah dalam perayaan Maulid Nabi hendaknya dilandasi rasa cinta atau mahabbah kepada Nabi Muhammad saw.
“Tujuan utama tidak ada lain karena mahabbah, rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ujar Ustaz Jamaludin.
Ia menjelaskan bahwa kegembiraan memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. merupakan bagian dari rasa syukur atas karunia dan rahmat Allah Swt. Ustaz Jamaludin mengatakan, melalui momentum Maulid, umat Islam diharapkan semakin mencintai Rasulullah dan memperoleh keberkahan serta syafaat beliau di akhirat.
Lebih lanjut, Ustaz Jamaludin mengingatkan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan mendengarkan ceramah, tetapi memberikan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi Muhammad di mana-mana apabila tidak berkesan dalam kehidupan kita, berarti belum dapat keberkahan,” katanya.
Ia kemudian menekankan pentingnya meningkatkan salat berjamaah di masjid sebagai salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah saw.
“Kalau kita Maulid di mana-mana, tapi salat jemaah jarang, berarti tidak berkesan yang namanya Maulid,” tegasnya.
Menurut Ustaz Jamaludin, masyarakat, khususnya jamaah majelis, harus dapat menjadi contoh dalam menghidupkan masjid dan mengajak lingkungan sekitar untuk melaksanakan salat berjamaah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sibuk mengejar kehidupan dunia hingga melupakan kewajiban kepada Allah Swt.
“Ingat! Harta sementara, jabatan sementara, amal ibadah yang akan kita bawa,” pesannya.
Sementara itu, usai menghadiri perayaan Maulid Nabi, bupati bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan gi namu atau bertamu ke rumah-rumah warga di sekitar Dusun Pangkalraya.