BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, meninjau langsung progres pengerjaan revitalisasi satuan pendidikan di SDN 21 Sungaiselan, Dusun Pangkalraya, Kecamatan Sungaiselan, Sabtu (12/09/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah.
Diketahui, sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2026 menerima program revitalisasi yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Khusus di SDN 21 Sungaiselan, program revitalisasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp571.224.705. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi dua ruang kelas, satu ruang perpustakaan, serta satu ruang toilet sekolah.
Saat meninjau sejumlah bagian bangunan yang tengah dikerjakan, Algafry melihat progres revitalisasi telah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, sudah lihat progres pembangunan di SD 21 Sungaiselan, tepatnya di Dusun Pangkalraya. Semua kegiatan sudah berlangsung dan ada beberapa lagi yang tinggal finishing untuk diselesaikan,” ucap Algafry.
Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan dengan lancar dan tidak menemui hambatan, sehingga fasilitas pendidikan yang direvitalisasi dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik.
“Mudah-mudahan ini juga sangat menjadi perhatian kita dalam pelaksanaan kegiatan ini semoga berjalan dengan lancar dan baik, dan tidak ada yang menjadi hambatan sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Indrawadi, yang turut mendampingi bupati dalam peninjauan, menjelaskan bahwa revitalisasi di SDN 21 Sungaiselan mencakup sejumlah fasilitas utama sekolah.
“Untuk SD 21 Sungaiselan, ini direhab ruang kelas, kemudian ada juga ruang perpustakaan, kemudian ada WC. Rata-rata yang direhab itu terutama di atap. Struktur atap diganti yang semula asbes kita ganti dengan genteng logam, kemudian dicat baru,” jelas Indrawadi.
Selain perbaikan bangunan, revitalisasi juga mencakup penataan lingkungan sekolah. Halaman yang sebelumnya berdebu ditata kembali dengan pemasangan konblok sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman dan mendukung aktivitas belajar siswa.
Indrawadi menyebutkan, keseluruhan pekerjaan tersebut memiliki nilai anggaran kira sekitar Rp571 juta dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola. Proses pengerjaan melibatkan pihak sekolah, masyarakat sekitar, hingga orang tua siswa.
Lebih lanjut, Indrawadi berharap perbaikan sarana dan prasarana tersebut dapat memberikan suasana belajar yang semakin baik. Dengan kondisi gedung yang lebih layak dan nyaman, ia optimistis kualitas proses pembelajaran serta mutu lulusan dapat terus meningkat.
“Harapannya dengan ada baiknya gedung untuk proses belajar-mengajar, kualitas belajar ini akan semakin meningkat sehingga mutu lulusan ini juga akan semakin meningkat,” imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan pengelola sekolah untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang telah diperbaiki.
“Mohon masyarakat dan pengelola di sekolah ini bisa terus menjaga fasilitas yang sudah diperbaiki, dibenerin. Karena kalau bukan dari kita yang menjaganya, merawatnya kalau sudah bagus, mau siapa lagi?” kata Indrawadi.