BANGKA TENGAH, Berliannews.id -Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, didampingi Wakil Bupati, Efrianda, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Rapat Paripurna Istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sidang yang digelar secara daring dari Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Tengah pada Jumat (14/08/2026) ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Bangka Tengah, Kepala Kementerian Agama Bangka Tengah, instansi vertikal, Pos AL TNI Bangka Tengah, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kades se-Kabupaten Bangka Tengah. Hadir pula perwakilan organisasi kewanitaan, BUMD, pimpinan perbankan, presidium pemekaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, veteran, insan pers, hingga Paskibraka Bangka Tengah.
Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan Pidato Kenegaraan dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pidato tersebut memuat laporan kinerja lembaga negara, evaluasi kebijakan, penguatan ekonomi kerakyatan, reformasi ASN/PPPK, serta arah kebijakan fiskal dan RAPBN 2027.
Salah satu sorotan utama yang mendapat perhatian khusus dari Presiden adalah keberhasilan penertiban sektor pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung. Presiden Prabowo memuji lonjakan kinerja PT Timah Tbk (TINS) yang laba bersihnya melesat 804,7% pada semester I – 2026.
“Akhir tahun lalu, kita telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung,” ujar Presiden Prabowo di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Langkah tegas menutup sekitar 1.000 titik tambang ilegal tanpa izin tersebut dinilai berhasil memulihkan operasional PT Timah, menghentikan kebocoran sumber daya alam, memperbaiki lingkungan, mendongkrak pendapatan negara, serta mengerek naik valuasi perseroan sebesar 280% pada Agustus 2026 dibanding tahun sebelumnya.
Menanggapi arah kebijakan nasional tersebut, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengungkapkan rasa syukur dan penegasan komitmen jajaran pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.
“Atas apa arahan dari Pak Presiden tadi jelas bahwa kita bekerja hanya untuk rakyat, untuk menyejahterakan rakyat, berbuat untuk kepentingan rakyat, dan terakhir kita berharap rida dari Allah Swt.,” ujar Efrianda.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, menekankan pentingnya kedaulatan yang menyentuh pelayanan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang berkeadilan sesuai skala prioritas kebutuhan warga.
Terkait masa depan sektor pertimahan di tengah dorongan diversifikasi ekonomi, Batianus menyatakan bahwa pihaknya tetap mendukung pertimbangan keberadaan pertambangan rakyat selama dijalankan sesuai regulasi yang benar.
“Kalau memang kita memiliki potensi sumber daya alam itu masih memungkinkan, tentu kita tetap mempertahankan pertambangan rakyat. Tetapi harus sesuai dengan regulasi yang benar. Apalagi tadi Pak Presiden selalu menyinggung Bangka Belitung. Sehingga kami berharap juga di sektor pertambangan khususnya Timah. Mari pemerintah Bangka Belitung berbenah melalui regulasi bersama Kementerian ESDM untuk mengatur tata kelola pertambangan timah yang baik,” pungkas Batianus.