Melalui P20 Bawaslu Bangka Tengah Cetak Pelopor Demokrasi Untuk Pemilu 2026

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat” pada Senin (25/05/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Kantor Bawaslu Bateng tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari anggota Gerakan Pramuka Bangka Tengah, siswa-siswi SMA sederajat, serta masyarakat umum.

Pelaksanaan P2P diisi dengan berbagai kegiiatan seperti penyampaian materi oleh pimpinan Bawaslu Bateng, diskusi terkait pengawasan kepemiluan, serta pre test dan post test guna mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.

Ketua Bawaslu Bateng, Marhaendra Yuliansyah menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, P2P merupakan program nasional yang digagas oleh Bawaslu RI dan dilaksanakan di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Kami harapkan nanti para peserta P2P menjadi pilar demokrasi bagi Bawaslu untuk penggerak pengawasan nantinya pada Pemilu 2029. Ilmu yang didapatkan hari ini setidaknya sudah memberikan pandangan bagi peserta P2P bagaimana cara memberikan kontribusi dalam mengawal proses demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Bateng, Muhammad Tamimi menjelaskan bahwa sebelum mengikuti kegiatan tatap muka, para peserta terlebih dahulu telah melaksanakan pembelajaran secara daring serta mengisi catatan kritis.

Tamimi berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, para peserta dapat menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam mengawasi proses Pemilu 2029 yang tahapan penyelenggaraannya akan dimulai pada pertengahan tahun 2027.

“Kader P2P nantinya diharapkan bisa memberikan informasi awal apabila terdapat dugaan pelanggaran. Mereka juga menjadi pelopor anti politik uang dan hoaks, serta berani menyampaikan kepada masyarakat untuk menolak politik uang,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk turut mengampanyekan gerakan menolak politik uang dimulai dari lingkungan terdekat.

“Kami minta dukungannya dari kawan-kawan, jangan ambil politik uang, tolak agar pemilu tidak ternodai. Kampanyekan itu mulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu, kemudian ke lingkungan yang lebih luas,” tutupnya.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top