BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Peningkatan kualitas pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Bangka Tengah. Hal ini mencuat dalam evaluasi capaian tahun 2025 hingga Triwulan I 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Kamis (16/4/2026).
Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, mengatakan Tim BPKP Perwakilan Bangka Belitung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola persampahan di daerah tersebut.
“Evaluasi ini akan berlangsung sekitar 12 hari, mulai 15 April hingga akhir April. Ada tujuh unsur penilaian, mulai dari regulasi hingga kondisi di SPPG yang memiliki kepadatan penduduk tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sudah ada pelarangan pembuangan sampah secara open dumping. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga.
Menurutnya, kehadiran Tim BPKP menjadi dorongan untuk berbenah, terutama terkait keterbatasan anggaran pengelolaan sampah.
“Kita akui anggaran pengelolaan sampah masih sangat minim. Ke depan, kami mengusulkan alokasi sekitar 1 persen dari APBD agar pengelolaan lebih fokus,” jelasnya.
Selain itu, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bangka Tengah saat ini disebut sudah mengalami kelebihan kapasitas (overload), sehingga diperlukan strategi alternatif.
“Berbagai inovasi sudah dilakukan, seperti pengolahan sampah menjadi kompos dan batu bata. Artinya, dari sampah juga bisa menghasilkan nilai ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, evaluator dari BPKP, Rina, menyampaikan pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, termasuk ke TPS, dinas terkait, hingga SPPG.
“Hasil evaluasi nanti akan berupa rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan tata kelola persampahan,” ujarnya.
Ia menilai, dari sisi regulasi, Bangka Tengah sudah memiliki perangkat aturan yang cukup baik dibandingkan daerah lain. Namun, peran masyarakat dinilai masih menjadi kunci utama.
“Regulasinya sudah baik dan lengkap. Sekarang yang penting adalah kesadaran dari rumah tangga untuk mengelola sampah. Ini sangat membantu pemerintah,” katanya.
Rina juga menekankan pentingnya pemilahan sampah antara yang mudah terurai dan tidak, guna mengurangi beban pemerintah serta residu sampah di masa depan.
Terkait pengelolaan sampah di SPPG, ia menegaskan perlunya koordinasi dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Beberapa jenis sampah bahkan telah dimanfaatkan, seperti untuk pakan ternak.
“Namun untuk sampah cair dan plastik tetap harus dikelola dengan baik. Jika tidak memenuhi standar, bisa diberikan teguran hingga penutupan sementara,” tegasnya.
