WFH Demi Hemat BBM, Bangka Tengah Ingatkan Risiko Layanan Terganggu

Sekda Bangka Tengah, Syaifullah Nizam.

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mendapat sorotan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Syarifullah Nizam, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih matang, terutama terkait dampaknya terhadap pelayanan publik di daerah.

“Yang menjadi perhatian kami, jangan sampai layanan publik terganggu akibat penerapan WFH,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi jumlah ASN di Bangka Tengah yang masih terbatas menjadi salah satu pertimbangan utama. Jika kebijakan WFH diterapkan tanpa perhitungan yang jelas, dikhawatirkan akan mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sektor-sektor teknis seperti tenaga pendidik dan kesehatan juga perlu menjadi perhatian khusus, karena tidak semua jenis pekerjaan dapat dijalankan secara optimal dari rumah.

“Harus dilihat betul, apakah efektif jika tenaga guru dan kesehatan bekerja dari rumah. Ini perlu kajian lebih mendalam,” tegasnya.

Nizam menambahkan, selama ini ASN di lingkungan Pemkab Bangka Tengah dinilai sudah cukup disiplin dan efisien, termasuk dalam penggunaan BBM.

Ia juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab kinerja yang terikat aturan, termasuk jam kerja dan tunjangan kinerja yang diterima.

“Kami memiliki tanggung jawab atas tugas yang dijalankan dari pagi hingga sore, dan itu ada konsekuensinya. Jadi kebijakan seperti ini harus benar-benar terukur,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak menolak sepenuhnya wacana tersebut, namun berharap pemerintah pusat dapat melakukan kajian lebih komprehensif sebelum kebijakan diterapkan secara luas.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top