BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengantisipasi potensi dampak musim kemarau 2026 terhadap produksi pertanian, khususnya tanaman padi di wilayah persawahan.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Ruang Rapat Bupati Bangka Tengah, Senin (16/4/2026).
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman terkait antisipasi dini terhadap musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang pada tahun ini.
“Kita melihat pola curah hujan akan semakin menurun hingga Agustus 2026. Akan ada kemarau yang cukup panjang, sehingga kita mulai memetakan dan melakukan mitigasi agar petani kita tidak terdampak,” ujar Algafry.
Ia menjelaskan, perhatian khusus diberikan pada wilayah persawahan di Kecamatan Namang dan Desa Belilik yang membutuhkan pengawasan pengairan secara lebih intensif.
Untuk mengantisipasi kekurangan air, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait pengelolaan irigasi.
“Ini perlu kita dukung untuk keberlangsungan tanaman padi kita di Namang dan Belilik. Kita juga menginstruksikan Dinas Pertanian dan para penyuluh agar segera menyampaikan kepada petani untuk mengatur pola tanam,” katanya.
Algafry menambahkan, sebagian lahan persawahan di Kecamatan Namang baru saja selesai panen dan direncanakan kembali melakukan penanaman pada April 2026.
Selain tanaman padi, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah di berbagai wilayah Bangka Tengah.
“Untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap kita kembangkan. Di seluruh wilayah Bangka Tengah kita upayakan untuk menanam hortikultura,” pungkasnya.