Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Angka kemiskinan di Kabupaten Bangka Tengah sebesar 6,70 persen atau sebanyak 13.710 jiwa pada tahun 2025 dan menjadi perhatian serius Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus. Ia menyampaikan, DPRD mengapresiasi langkah dan intervensi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam upaya pemberantasan kemiskinan, termasuk melalui program-program peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tentu kami DPRD sangat mengapresiasi dan mendukung pemerintah daerah yang sudah memberikan berbagai intervensi terkait pengentasan kemiskinan. Upaya ini harus terus diperkuat,” ujar Batianus, Kamis (26/2/2026).
Namun demikian, Batianus menekankan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi yang terintegrasi akan membuat intervensi lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat miskin maupun kelompok rentan miskin.
Ia mencontohkan perlunya koordinasi erat antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan serta OPD lainnya dalam merancang dan melaksanakan program yang saling berkaitan.
“Seluruh OPD harus bersinergi. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Harus ada koordinasi dan kolaborasi yang kuat agar kegiatan yang dilakukan benar-benar menyasar masyarakat yang terdampak kemiskinan dan yang rentan miskin,” tegasnya.
Batianus optimistis, apabila sinergi dan kolaborasi antar-OPD dapat berjalan dengan baik, maka angka kemiskinan di Bangka Tengah dapat ditekan secara bertahap.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak hanya berbicara soal bantuan sosial, tetapi juga menyangkut akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta penguatan kapasitas masyarakat.
“Kalau kita kompak dan fokus, saya yakin persoalan ini bisa kita atasi bersama,” pungkasnya.