BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Ketua DPRD Bangka Tengah (Bateng), Batianus menilai tambak udang yang beroperasi di Negeri Selawang Segantang belum berkontribusi banyak bagi daerah.
“Sampai hari ini, kami melihatnya belum, karena kita daerah hanya mendapatkan pajak bumi dan bangunan (PBB), selebihnya kita tidak dapat apapun,” ungkap Batianus, Selasa (16/9/2025).
Ia berharap, perusahaan tambak udang melalui pemerintah daerah memikirkan kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
“Terutama bagi masyarakat setempat dan lokal, kontribusinya harus ada, baik itu dari retribusi ataupun dari CSR,” tuturnya.
Menurutnya, harus ada satu regulasi yang dibuat, tetapi tidak melanggar aturan yang berada di atasnya dab harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Minimal pemberdayaan ekonomi, seperti hasil produksi udang bisa dihilirisasi oleh masyarakat kita, tidak harus semuanya di ekspor, tapi dibuat kantong-kantong hilirasi untuk masyarakat, sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya,” tutur Batianus.
Sementara itu, terkait kemungkinan perizinan ditutup, Batianus menegaskan bisa terjadi, apabila permasalahan tidak mendapatkan solusi.
“Bisa saja, contohnya kami kemarin ke tanjung langkah terkait sidak, bahwa memang mereka limbahnya tercemar, ini kami dapat laporan dan kami minta OPD terkait menghentikan sementara, sebelum permasalahan selesai mereka tidak boleh berproduksi, kalau sama, kami rekomendasikan ke OPD terkait melalui kepala daerah,” pungkasnya.