Rp157,5 Juta di Gelontorkan Kepada 315 Guru Ngaji Tikar di Bangka Tengah

Wakil Bupati Banka Tengah Efrianda Menyerahkan Santunan Kepada Guru Ngaji Tikar di Halaman Kantor Baznas Bangka Tengah.

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Sebanyak 315 orang guru ngaji tikar di Bangka Tengah pada Selasa (27/05/2025) menerima santunan dari Pemerintah Bangka Tengah dan Baznas Bangka Tengah. Setidaknya dana sebesar Rp157,5 juta di gelontorkan guna membantu para guru ngaji tikar yang ada di desa-desa dan kelurahan yang ada di Bangka Tengah.

Penyaluran yang di laksanakan di halaman Kantor Baznas Bangka Tengah ini di serahkan langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda besama Ketua Baznas Bangka Tengah dan stakeholder terkait.

“Guru ngaji tikar atau guru ngaji tradisional ini merupakan ujung tombak kita di desa-desa dan kelurahan, demi menghasilkan orang-orang hebat yang memiliki nilai sepiritual yang kuat. Dimana sesuai dengan ajaran Islam, ngaji itu penting bagi hidup kita, agar kita tau apa yang harus kita taati di dalam Alquran dan Hadis,” ujar Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda.

Lebih lanjut di katakanya, kedepan pihaknya akan terus berusaha memperhatikan keberadaan guru ngaji tikar di daerahnya.

“Jelas kami akan terus memperhatikan para guru ngaji tikar ini, sesuai dengan apa yang kami sosialisasi dalam pencalonan kepala daerah, Pak Bupati ingin sekali mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) kita untuk guru ngaji tikar. Tami memang keaadaan kita saat ini, maka kita berkolaborasi dengan Baznas Bangka Tengah. Kita juga meminta kepada Pemerintah Desa untuk mengalokasikan anggaran APBdesa untuk para guru ngaji tikar,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Baznas Bangka Tengah, H. Hasyim Sya’roni mengungkapkan jika dalam santunan kali ini, setiap guru ngaji tikar berhak menerima uang sebesar Rp500 ribu rupiah.

“Setiap guru ngaji tikar ini menerima uang sebesar Rp500 ribu. Selain guru ngaji tikar, hari ini kita juga menyalurkan bantuan kepada para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang ada di desa dan kelurahan sebanyak 74 orang, dan setiap orangnya menerima uang sebesar Rp300 ribu,” ujar H. Hasyim.

 

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top