Inovasi PNS Keren Yang Di Kembangkan Dinas Perikanan Bangka Tengah.
BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Guna mengembangkan budidaya ikan nila salin, Dinas Perikanan Bangka Tengah mengembangkan Inovasi PNS Keren (Program Nila Salin di Pekrangan Nelayan).
“Inovasi PNS Keren ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dengan memanfaatkan pekarangan nelayan, untuk kegiatan budidaya ikan nila salin,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bangka Tengah, Try Peran Utama, S.Pi pada Rabu (09/04/2025).
Menurut Try, pengembangan inovasi ini setelah melihat potensi lahan perikanan budidaya komuditas air payau di Bangka Tengah seluas 484 hektar. Selain itu komudidas air payau memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah ikan nila salin.
“Ikan nila salin ini telah di tetapkan sebagai salah satu komuditi ekspor nasional oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Oleh karenanya, Dinas Perikanan Bangka tengah menginisiasi inovasi PNS Keren. Sehingga dapat terpenuhi kebutuhan pasar. Dengan demikian maka di perlukan adanya kegiatan budidaya nila salin, yang meliputi ketersediaan benih, pakan dan penguasaan teknologi budidaya ikan nila salin dengan memberdayakan masyarakat pesisir atau nelayan dengan memanfaatkan pekarangan untuk budidaya ikan nila salin,” ujarnya.
Di tambahkanya, inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas budidaya ikan nila salin, menumbuhkan lapangan pekerjaan, menignkatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pada Tahun 2024 kemarin jumah produksi ikan nila salin di Bangka Tengah sebanyak 7.471 kg dengan jumlah pembudidaya ikan nila salin sebanyak 11 orang. Sebelum pengembangan inovasi ini, kita memiliki ide bagaimana menumbuhkan produktifitas ikan nila salin dengan cepat, dengan menggunakan teknologi yang murah, mudah dan sederhana,” ujar Try.
Saat ini harga jual ikan nila salin cukup tinggi dan memiliki keunggulan dalam pemeliharaanya. Dimana ikan ini lebih tahan penyakit, dan ikan nila salin dapat menjadi bioindikator pada IPAL tambak udang dan dapat mengurangi populasi bakteri vibrio di air IPAL sebelum di buang ke laut.