Algafry Rahman: Pelestarian Laut Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Nelayan

 

BANGKA TENGAH, Berliannews.id – Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong para nelayan beralih ke praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan tanpa mengurangi produktivitas hasil tangkapan.

Menurutnya, nelayan merupakan bagian penting dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan, namun aktivitas mereka harus tetap memperhatikan kelestarian ekosistem laut, terutama perlindungan terhadap spesies dilindungi seperti penyu.

“Nelayan kita harus bisa produktif tanpa merusak laut. Jangan sampai karena ingin hasil banyak, kita justru mengorbankan keseimbangan ekosistem, termasuk penyu yang dilindungi,” tegas Algafry, Kamis (13/11/2025).

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Algafry menuturkan Pemkab Bangka Tengah melalui Dinas Perikanan telah memberikan pelatihan pembuatan alat tangkap ikan hela dasar menggunakan Turtle Excluder Device (TED) kepada para nelayan di wilayah Sungaiselan.

Alat tangkap ini dirancang agar penyu yang tidak sengaja masuk ke jaring dapat keluar kembali tanpa merusak hasil tangkapan utama seperti ikan, cumi, dan udang.

“Dengan teknologi TED, kita bisa melindungi penyu dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut, tanpa mengurangi hasil tangkapan nelayan,” ujar Algafry.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan pemahaman nelayan terhadap penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Menurutnya, kesejahteraan nelayan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam.

“Pemerintah akan terus mendampingi dan melatih nelayan agar bisa mandiri, modern, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tambahnya.

Algafry berharap penerapan alat tangkap ramah lingkungan seperti TED menjadi awal perubahan positif di sektor perikanan Bangka Tengah, menuju perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Facebook
WhatsApp
Scroll to Top