PANGKALPINANG, Berliannews.id — Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dan internasional. Desa ini berhasil lolos seleksi ketat untuk tampil di ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025, yang digelar pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Keikutsertaan Desa Namang di pameran berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Melalui proses kurasi yang ketat, Desa Namang terpilih sebagai salah satu dari 14 peserta yang berkesempatan mengisi booth Indonesia Eximbank Pavilion di TEI 2025.
Dalam ajang ini, Desa Namang memperkenalkan madu hutan liar Pelawan, produk unggulan yang dihasilkan oleh kelompok masyarakat lokal. Madu ini berasal dari kawasan Hutan Pelawan, yang terkenal akan keanekaragaman hayatinya dan dikelola dengan prinsip kearifan lokal serta pelestarian lingkungan.
Produk madu Pelawan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam, mencerminkan komitmen masyarakat Desa Namang terhadap keberlanjutan ekosistem.
Sejak hari pertama pembukaan, area pameran Indonesia Eximbank ramai dikunjungi oleh buyer luar negeri yang antusias mencicipi Madu Pelawan dan menggali potensi kerja sama dagang dengan pelaku usaha dari Desa Namang, Bangka Tengah. Bahkan stock produk madu hutan pelawan habis terjual di hari pertama pembukaan dan didatangkan kembali dari Desa Namang untuk memenuhi permintaan buyer.
Kepala Desa Namang, Zaiwan, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Kanwil DJPb Babel dan LPEI, yang telah membuka jalan bagi produk lokal Bangka Belitung untuk menembus pasar global.
“Kesempatan ini menjadi momentum besar bagi kami untuk memperkenalkan madu hutan Pelawan ke pasar internasional. Kami ingin membuktikan bahwa produk desa pun mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Zaiwan.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syukriah HG, memberikan dukungan dan motivasi kepada Kepala Desa Namang. Ia berpesan agar kesempatan bisa mengikuti TEI tahun 2025 ini dapat dimanfaatkan oleh Desa Namang untuk memasarkan produk unggulannya sekaligus menjadi ruang untuk menggandeng eksportir ataupun buyer dari luar negeri.
“Tetap jaga produktivitas dan kualitas produk, agar pasar global percaya dan mengenal kita sebagai penghasil madu hutan liar terbaik di dunia”. Ujarnya Syukriah kepada Kades Namang sebelum keberangkatan ke Jakarta.
Partisipasi Desa Namang di TEI 2025 diharapkan dapat memperkuat posisi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai daerah dengan potensi ekspor berbasis komoditas alam berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya Desa Devisa yang berdaya saing tinggi di pasar global.
Dengan tema besar “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”, TEI 2025 menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan, menjalin koneksi internasional, dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.
Sebagai pameran Business-to-Business (B2B) terbesar dan paling terpercaya di Indonesia, Trade Expo Indonesia terus memperkuat reputasinya sebagai wadah utama bagi pembeli internasional untuk menemukan produk ekspor Indonesia berkualitas tinggi dan berdaya saing global.