Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda Sapa Korban Kebakaran Serdang di Posko Pengungsian.
BANGKA SELATAN, Berliannews.id – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menunjukkan aksi nyata kepedulian antarwilayah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran hebat di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (17/10/2026).
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut melahap sedikitnya 305 unit rumah dan sekitar 50 unit gedung walet, yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sore hingga malam hari. Dampak dari bencana ini memaksa ratusan jiwa mengungsi ke posko penampungan di SD Negeri 7 Simpang Rimba, yang telah dilengkapi dengan fasilitas dapur umum, tim medis, serta pelayanan kebutuhan harian.
Mewakili Pemkab Bateng, hadir Efrianda selaku Wabup, yang hadir langsung di lokasi bencana untuk menyerahkan secara simbolis bantuan senilai Rp104 juta, beserta paket bantuan logistik berupa pakaian layak pakai dan makanan bayi.
Dalam kunjungan ini, Wabup Bateng turut didampingi oleh jajaran pejabat Pemkab Bangka Tengah, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Bupati, Kepala Pelaksana BPBD Bateng, serta Kepala Dinas Sosial PMD Bateng.
“Hari ini saya mewakili Bupati dan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bangka Tengah menyerahkan bantuan uang kurang lebih Rp104 juta dari donasi bersama guru, PNS, dan masyarakat se-Bangka Tengah. Kami juga menyerahkan bantuan pakaian hingga makanan bayi,” ungkapnya.
Efrianda juga menyampaikan rasa haru serta apresiasi setinggi-tingginya atas solodaritas masyarakat Bangka Belitung yang saling bahu-membahu.
“Saya sangat tersentuh melihat masyarakat Bangka Belitung bahu-membahu hadir membantu di Dusun Serdang ini. Semoga bantuan ini dapat memberi semangat dan motivasi bagi para korban,” ujar Efrianda.
Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung selaras dengan koordinasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turut meninjau lokasi untuk kedua kalinya, memastikan seluruh kebutuhan penanganan darurat pengungsi telah terpenuhi dengan baik.
Gubernur mengapresiasi tinggi nilai kearifan lokal gotong royong warga Bangka Belitung yang dinilainya sangat tangguh dalam menghadapi musibah.
“Hari ini saya datang kedua kali, pada hari ke-7 ini. Kita melihat ada 300-an rumah terbakar dan kita sudah sediakan tempat pengungsian. Bersama jajaran, kita pastikan makanan, kebutuhan harian, dokter, dan perawat semuanya cukup. Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki hati nurani dan kepedulian sosial yang luar biasa,” ungkap Hidayat Arsani.
Saat wawancara, Gubernur Hidayat Arsani juga menyoroti kemandirian anggaran pemda dalam menangani bencana di tengah persoalan kewajiban Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp5 Triliun yang belum diserahkan.
Gubernur menegaskan bahwa pemprov dan pemda tidak ingin membebani presiden, melainkan tetap memprioritaskan penanganan korban bencana secara mandiri menggunakan anggaran daerah yang ada, sembari berharap hak daerah dapat segera ditunaikan untuk pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.
“Walaupun pemerintah pusat memiliki utang timah ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rp5 triliun, kami tidak cengeng, kami tidak seperti anak kecil merengek-rengek kepada menteri, kepada presiden. Tapi tolong hak kewajiban kami sebagai warga menunggu, agar kami dapat melakukan pembangunan di sini,” pungkas Hidayat Arsani.